Sarasehan BikersMu Temanggung dan Wonosobo, Solidkan Silaturahmi serta Sinergi Dakwah Muhammadiyah
PWMJATENG.COM, WONOSOBO — Komunitas BikersMu Temanggung dan BikersMu Wonosobo mempererat tali silaturahmi melalui agenda sarasehan bersama. Pertemuan penuh keakraban ini berlangsung di Masjid Al-Ikhlas PCM Kejajar, Kabupaten Wonosobo, Sabtu (3/10/2026).
Agenda lintas daerah ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan gagasan dakwah komunitas motor Muhammadiyah. Selain membangun kebersamaan, kedua pihak berdiskusi aktif mengenai penguatan peran organisasi di tengah masyarakat.
Perwakilan BikersMu Temanggung, Supriyono, menyampaikan apresiasi mendalam atas penyambutan hangat tuan rumah. Pihaknya merasa terbantu dengan fasilitas resting area serta penerimaan kekeluargaan dari jajaran pengurus Wonosobo.
Penyelarasan Program BikersMu Temanggung dan Wonosobo
Supriyono menilai komunikasi intensif antar-chapter merupakan fondasi utama dalam membesarkan organisasi. Hubungan baik yang terbangun di jalan raya harus berdampak positif pada kegiatan sosial dan keagamaan.
Sementara itu, Ketua BikersMu Wonosobo sekaligus Wakil Ketua Korwil, Ndan Hakim, memaparkan potensi besar komunitas. Saat ini basis data mencatat ada 359 anggota terdaftar, dengan partisipasi touring perdana mencapai 200 bikers.
Melihat potensi tersebut, pengurus akan merumuskan langkah strategis untuk menyelaraskan program kerja. Penyelarasan ini bertujuan agar pergerakan BikersMu Temanggung maupun Wonosobo makin terarah dan solid.
Akar Persaudaraan dan Penguatan Dakwah
Dukungan juga mengalir dari Ketua PCM Kejajar yang menekankan pentingnya tradisi memuliakan tamu. Menurutnya, penghormatan terhadap sesama anggota menjadi investasi kebaikan untuk masa depan persyarikatan.
Di sisi lain, Bidang Dakwah BikersMu Wonosobo, Ustadz Zainuri, menyebut persaudaraan Kejajar dan Tretep sudah berakar lama. Hubungan muamalah dan perdagangan di Pasar Kejajar menjadi bukti sejarah kedekatan warga kedua daerah.
Kehadiran BikersMu Temanggung dan Wonosobo kini memperkokoh jalinan sejarah tersebut dalam wadah modern. Hobi berkendara para pegiat otomotif ini konsisten diarahkan menjadi sarana dakwah yang bermanfaat.
Kontributor: Reee
Editor: Akmal



