Berita

Bersama Wamendikdasmen, Muhammadiyah Blora Diskusikan Arah Kebijakan Pendidikan Nasional 2026

PWMJATENG.COM, BLORA — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Blora menggelar Konsolidasi dan Diskusi Muhammadiyah Blora dengan tema “Arah dan Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Tahun 2026” di Gedung Dakwah Muhammadiyah Blora, Sabtu (3/1/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A., sebagai narasumber utama. Forum ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat sinergi antara Muhammadiyah dan pemerintah dalam pembangunan pendidikan nasional yang berkelanjutan.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Blora, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Sekretaris Direktorat Jenderal Vokasi, Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Tengah, serta Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah. Hadir pula pimpinan cabang Muhammadiyah, organisasi otonom (ortom), pengelola amal usaha pendidikan, serta insan pendidikan dari berbagai wilayah di Kabupaten Blora.

Ketua PDM Blora, Muhammad Syaifuddin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah beserta jajaran. Ia menilai kehadiran pemerintah pusat menunjukkan perhatian serius terhadap pendidikan yang diselenggarakan oleh organisasi kemasyarakatan, khususnya Muhammadiyah.

Syaifuddin menekankan pentingnya revitalisasi sekolah-sekolah Muhammadiyah agar adaptif terhadap perkembangan zaman, memiliki daya saing, serta mampu menjawab tantangan pendidikan ke depan. Ia juga menyoroti peningkatan kualitas tata kelola pendidikan sebagai kunci agar sekolah Muhammadiyah tetap menjadi pilihan utama masyarakat.

Selain pendidikan formal, ia menegaskan perlunya optimalisasi peran Korps Mubalig Muhammadiyah (KMM) dengan target minimal dua mubalig di setiap ranting. Upaya ini dinilai strategis untuk memperkuat dakwah, pembinaan umat, serta internalisasi nilai-nilai Islam berkemajuan.

Dalam pemaparannya, Dr. Fajar Riza Ul Haq menjelaskan sejumlah kebijakan strategis Kemendikdasmen tahun 2026, di antaranya penguatan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang lebih transparan dan berkeadilan. Pemerintah juga berkomitmen meningkatkan kualitas pendidik melalui program pelatihan dan peningkatan kompetensi guru.

Ia menekankan pentingnya kelengkapan dan validasi data pendidikan melalui Dapodik sebagai dasar perumusan kebijakan yang tepat sasaran, termasuk penyaluran bantuan dan program peningkatan mutu sekolah. Selain itu, pemerintah merencanakan penerapan Tes Kemampuan Akademik serta penguatan kompetensi guru guna meningkatkan mutu pendidikan nasional secara menyeluruh.

Diskusi berlangsung aktif dan konstruktif, mencerminkan sinergi antara pemerintah, Muhammadiyah, dan para pemangku kepentingan pendidikan. Melalui forum ini, diharapkan terbangun langkah konkret dalam menyelaraskan kebijakan pendidikan nasional dengan visi Pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan, berkarakter, dan berdaya saing, khususnya di Kabupaten Blora.

Kontributor: Tio Ikhtiar
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE