Kolom

Belajar dari Tragedi Gunung Slamet, Keselamatan Bukan Pilihan tetapi Keharusan

PWMJATENG.COM, Peristiwa hilangnya dua pendaki asal Magelang di Gunung Slamet sejak Sabtu (27/12/2025) menjadi pengingat pahit bagi komunitas pecinta alam di penghujung tahun ini. Meski satu pendaki telah ditemukan selamat di Pos 5 pada Selasa (30/12/2025), hingga kini pencarian terhadap Syafiq Ridhan Ali Razan (18) masih terus dilakukan.

Peristiwa yang dipicu cuaca buruk dan kabut tebal ini kembali menegaskan satu hal penting: gunung, seindah apa pun panorama yang ditawarkan, tetap menyimpan risiko fatal yang tidak bisa diremehkan.

Tragedi ini seharusnya menjadi bahan refleksi bersama bahwa keselamatan adalah prioritas utama dalam setiap pendakian. Pemahaman tentang prosedur darurat, simulasi penyelamatan, serta pengenalan sinyal bahaya bukan sekadar pelengkap, melainkan bekal wajib. Alam tidak memberi toleransi pada ketidaksiapan. Saat kabut turun dan hujan mengguyur, ketenangan serta kepatuhan pada prosedur keselamatan menjadi pembeda antara keselamatan dan petaka.

Selain kesiapan individu, faktor rekan pendakian memegang peran yang tak kalah penting. Pendakian bukan ajang unjuk kekuatan atau pencarian estetika demi media sosial, melainkan aktivitas yang menuntut kerja sama tim yang solid. Kemampuan navigasi darat, pemahaman titik koordinat, serta pengetahuan dasar evakuasi harus dimiliki bersama, bukan hanya oleh satu orang dalam tim.

Kerap kali ambisi mencapai puncak membuat pendaki mengabaikan batas kemampuan diri dan peringatan alam. Padahal, cuaca ekstrem di Gunung Slamet dikenal mudah berubah secara mendadak. Sikap hormat dan kewaspadaan terhadap alam jauh lebih penting daripada ego dan keangkuhan.

Tragedi ini juga mengingatkan bahwa keputusan untuk turun, berhenti, atau membatalkan pendakian bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk tanggung jawab terhadap keselamatan diri dan orang lain.

Sebagai penutup, mari menjadikan peristiwa ini sebagai momentum evaluasi bagi seluruh pendaki. Semoga kita dapat tumbuh menjadi pendaki yang lebih bertanggung jawab, beretika, dan menjunjung tinggi keselamatan. Kita juga terus mendoakan agar upaya tim gabungan BPBD, relawan, perangkat desa, dan porter lokal segera membuahkan hasil, serta pendaki yang masih hilang dapat ditemukan dalam keadaan selamat dan kembali ke pelukan keluarganya.

Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE