Atasi Limbah, UMP Ciptakan Alat Pembakar Sampah Digital UMP Berbasis Oli Bekas
PWMJATENG.COM, PURBALINGGA – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) terus menghadirkan inovasi tepat guna untuk menyelesaikan persoalan sampah di Jawa Tengah. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), tim akademisi meluncurkan alat pembakar sampah digital UMP berbasis bahan bakar oli bekas di Kabupaten Purbalingga.
Inovasi rekayasa teknik ini resmi beroperasi lewat kegiatan pemberdayaan masyarakat bersama Rumah Creatif di Purbalingga Lor, Rabu (19/8/2026). Tim perancang memanfaatkan skema dana hibah BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk merealisasikan teknologi hijau tersebut.
Sistem Digital QR Code Memudahkan Warga
Pengembangan alat pembakar sampah digital UMP ini sengaja mengintegrasikan teknologi modern agar ramah pengguna. Warga Purbalingga Lor cukup memindai QR Code pada tabung pembakaran untuk membaca panduan operasional secara langsung.
Ketua Tim Pengabdian UMP, Wildan Aji Saputra, menegaskan bahwa transfer teknologi wajib dibarengi pemberdayaan secara konsisten. Langkah edukasi ini memastikan masyarakat mampu mengoperasikan fasilitas secara mandiri tanpa ketergantungan penuh pada tim peneliti.
Inovasi terapan ini menyajikan SOP pengoperasian, panduan perawatan, hingga sistem monitoring berkala. Selain itu, pendampingan pencatatan data penggunaan perangkat tetap berjalan menggunakan media spreadsheet digital secara teratur.
Solusi Sampah Lingkungan Berbasis Digital
Kehadiran alat pembakar sampah digital UMP langsung mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Ketua RT 03 RW 04 Purbalingga Lor, Kuswanto, menilai pengolahan sampah lingkungan kini terasa jauh lebih praktis dan efisien.
Penggunaan limbah oli bekas sebagai bahan bakar utama juga menekan biaya operasional pengolahan limbah. Pola pengabdian inovatif ini sekaligus mendukung pencapaian sasaran pembangunan berkelanjutan (SDGs) di daerah.
Secara nyata, integrasi alat pembakar sampah digital UMP mendukung efisiensi pemukiman berkelanjutan sekaligus penanganan perubahan iklim lokal. Kampus UMP membuktikan komitmen riset terapan demi menjawab masalah nyata di tengah pemukiman masyarakat.
Kontributor: tgr
Editor: Akmal



