Kabar Daerah

Abdul Mu’ti : Tinggalkan Konflik, Korup, dan Sikap Kolot Demi Wujudkan Bangsa yang Beriman, Berilmu, dan Sejahtera

PWMJATENG.COM, Jepara – Hujan deras yang mengguyur sejak semalaman hingga pagi hari tak menyurutkan semangat ribuan warga Muhammadiyah Jepara dan sekitarnya untuk menghadiri Pengajian Triwulan PDM Jepara putaran ke-7 bersama PDA Jepara. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Wanita Jepara, Sabtu (3/1/2026), bertepatan dengan 14 Rajab 1447 Hijriah.

Pengajian yang masih berada dalam rangkaian Milad Muhammadiyah ke-113 ini terasa istimewa dengan kehadiran Sekretaris Umum PP Muhammadiyah sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Abdul Mu’ti. Kehadirannya untuk kedua kalinya di Kota Ukir menjadi magnet kuat yang menarik massa dari berbagai daerah.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Jepara Witiarso Utomo, Ketua PDM Jepara Fachrurrozi, Ketua PDA Jepara Umi Kulsum beserta jajaran, Direktur RS PKU Aisyiyah Jepara dr. Elfira Fawzia, para sesepuh Muhammadiyah dari Jepara, Kudus, Demak, serta sejumlah tamu undangan dari Nahdlatul Ulama (NU).

Meski merupakan agenda rutin tiga bulanan, pengajian ini terbuka untuk umum. Antusiasme terlihat dari membludaknya jamaah, mulai dari tingkat ranting, cabang, daerah, hingga masyarakat umum Jepara yang hadir untuk thalabul ilmi.

Dalam tausiyahnya, Prof. Abdul Mu’ti mengulas kembali latar belakang KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tidak hanya lahir untuk meluruskan praktik keagamaan dari tahayul, bid’ah, dan khurafat, tetapi juga sebagai respons terhadap ketidakadilan sistem kolonial Belanda.

“Pada masa itu, pemerintah kolonial memperlakukan bangsa Indonesia dengan cara mban sinde mban siladan, tidak adil, sehingga masyarakat mudah diadu domba,” ujar Abdul Mu’ti.

Ia menekankan bahwa tanggung jawab sosial dan kebangsaan menjadi fondasi utama Muhammadiyah, dengan fokus besar pada pembangunan sumber daya manusia.

“Kekuatan suatu bangsa terletak pada sumber daya manusianya. Bangsa yang hebat adalah bangsa yang beriman dan berilmu pengetahuan,” tegasnya.

Abdul Mu’ti juga mengajak warga Muhammadiyah untuk terus memahami Al-Qur’an secara luas dan kontekstual. Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi sumber ajaran yang hidup, dibaca, ditafsirkan, dan diamalkan secara kreatif sesuai perkembangan zaman.

“Membaca, menulis, dan belajar adalah ikhtiar membangun peradaban. Dengan ilmu, masyarakat akan maju dan kesejahteraan dapat terwujud,” katanya.

Untuk mewujudkan Muhammadiyah yang berkemajuan, ia mengajak seluruh warga meninggalkan tiga penyakit utama, yakni konflik, korupsi, dan sikap kolot.

“Muhammadiyah harus solid. Tanpa soliditas, organisasi akan sulit maju. Hindari konflik, pertengkaran, dan tafarruq yang menyebabkan perpecahan,” pesannya.

Ia juga menegaskan bahwa Muhammadiyah dikenal sebagai organisasi yang bersih dan amanah. Hal inilah yang membuat masyarakat tidak ragu menyalurkan wakaf dan sedekah melalui Muhammadiyah.

“Kepercayaan itu lahir karena Muhammadiyah menjaga amanah dan menjauhkan diri dari praktik korupsi sekecil apa pun,” imbuhnya.

Sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi mungkar dan tajdid, Muhammadiyah dinilai terus maju karena terbuka terhadap ide-ide baru dan pemikiran segar, dengan tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai landasan utama dalam gerakan nyata.

Penulis: Wurry Srie

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE