Berita

Merayakan Idul Adha Bersama Pesma KH Mas Mansur UMS

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Beberapa mahasantri yang bermukim di Pesantren Mahasiswa (Pesma) KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) merayakan Idul Adha 1442 H bersama-sama dengan tetap taat protokol kesehatan. Selasa, (20/07/2021).

Suasana hari raya begitu terasa di lingkungan Pesma meskipun mahasantri yang bermukim tidak lebih dari 31 orang. Mahasantri yang bermukim juga tidak boleh keluar masuk Pesma sembarangan lantaran PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) darurat yang dicanangkan oleh pemerintah demi keselamatan bersama. Oleh sebab itu segala aktivitas mahasantri wajib dilakukan di dalam Pesma termasuk berkurban.

Ragastra Haryo Wijanarko, selaku Ketua Panitia acara, memaparkan bahwa konsep kurban tahun ini juga dilakukan dengan protokol kesehatan (prokes). “Minimal kita menggunakan masker itu wajib dan sarung tangan plastik untuk menjaga kebersihan dan meminimalisir virus yang ada di tangan,” ucap Ragastra. Selasa, (20/07/2021) melalui Whatsapp.

Ragastra menambahkan, peserta dan para panitia kurban terdiri dari orang-orang yang ada di Pesma saja, untuk peran serta orang dari luar tidak ada. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19.

Lebaran tahun ini Pesma menyembelih 5 ekor kambing yang terdiri dari 1 ekor milik Pesma, 1 ekor dari alumni, 1 ekor dari Dewan Pengasuhan (DP), dan 2 ekor dari mahasantri. Seperti biasa, setelah sholat ied mahasantri menuju kantin untuk sarapan bersama, kemudian dilanjutkan dengan proses penyembelihan dan pembagian daging kurban yang memakan waktu kurang lebih 4 jam lamanya.

Merayakan Idul Adha Bersama Pesma KH Mas Mansur UMS

Penyembelihan hewan kurban dilaksanakan satu persatu secara bergantian. Setiap hewan dibentuk satu tim untuk menghandle 1 ekor kambing dan tiap tim ini terdiri dari 3 petugas yakni menyembelih, memotong, dan terakhir menyesuaikan sehingga tidak ada kerumunan masa serta mahasantri yang ada di Pesma juga dapat kesempatan untuk berlatih menyembelih, mengolah, menata, dan menimbang daging kurban.

“Jadi kami dari panitia sudah mengkoordinasikannya secara detail, kami siapkan juga tempat ini jangan sampai ada kerumunan massa setiap prosesnya,” jelas Ragastra.

Ia berharap apabila kelak mahasantri terjun ke masyarakat minimal sudah mempunyai bekal yang dapat menghadapi situasi-situasi seperti ini (kurban_red).

Salah satu mahasantri putri, Niza Normalita asal Papua, mengatakan kurban tahun ini sangat seru dan karena pandemi terasa lebih berkesan dari tahun-tahun sebelumnya.

Senada dengan Niza, Muzafaruu Ssali, mahasantri putra asal Uganda juga merasakan hal yang sama. “Today the day was fantastic”, katanya melalui Whatsapp. Selasa, (20/07/2021). [YDP].

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE