Berita

PCPM Kebakkramat Suguhkan Cerita Islami untuk Anak Santri TPQ

PWMJATENG.COM, SOLO –  Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kebakkramat, Rachmat Agung Cahyo, S.E. bercerita tentang Palestina di hadapan puluhan santri TPQ pada Ahad, 20 Juni 2021 pukul 09.00 s.d. pukul 10.00 WIB di TPQ Nurul Hidayah Manggung, RT 01 RW 05, Ngemplak, Boyolali.

Ia memulai cerita dengan kisah Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad saw. dari Masjidil Haram ke Masjid Al Aqsha (Palestina), hingga kemudian menuju ke langit ketujuh dengan kendaraan burak untuk mendapatkan wahyu perintah salat.

Setelah memotivasi anak-anak agar rajin mengerjakan salat, lebih taat, serta meninggalkan maksiat baik melalui bercerita maupun menyanyikan lagu-lagu, Rachmat kembali mengisahkan alasan kenapa kita harus mencintai Palestina.

Di antara sebabnya, Palestina adalah tanah kelahiran para nabi, Masjidil Aqsha yang berada di Palestina pernah menjadi kiblat pertama orang Islam sebelum diperintahkan menghadap ke Ka’bah. Selain itu, Masjidil Aqsha juga merupakan tempat singgah Rasulullah saw. ketika Isra’ dan Mi’raj.

Kemudian, Rachmat lanjut bercerita tentang kisah seekor semut pada saat Nabi Ibrahim a.s. dibakar oleh Raja Namrud. Semut tersebut berusaha dengan susah payah membawa butiran air untuk memadamkan api yang membakar Nabi Ibrahim, tetapi tentu usaha semut tidak sebanding dengan besarnya kobaran api. Hal tersebut disaksikan oleh hewan lain, kemudian mereka bertanya dengan heran untuk apa semut melakukan usaha yang sia-sia. Semut pun menjawab bahwa setidaknya, usahanya dapat menunjukkan dan menegaskan di mana ia sedang berpihak.

Al Aqsha adalah tanggung jawab umat Islam seluruh dunia. Maka, kita perlu menunjukkan dan menegaskan di mana kita berpihak, baik melalui usaha ataupun doa. Bentuk usaha tersebut salah satunya berupa penggalangan donasi untuk meringankan kesusahan muslim di Palestina dalam mempertahankan tanah suci agar tetap menjadi milik orang Islam. Tujuan utama acara ini bukan mengejar besaran donasi, tetapi untuk mengajarkan rasa peduli dan empati kepada para santri.

Kegiatan ini pun berkolaborasi dengan LKG Solo Raya dan Istana Dongeng Nusantara. Rachmat Mengatakan, “Selain berfastabiqul khairat, kita juga perlu berkolaborasi, apalagi dalam gerakan kemanusiaan yang meleburkan sekat-sekat apapun, karena hajat Pemuda Muhammadiyah adalah untuk kebaikan umat, bangsa dan kemanusiaan.

Abdul Wahab, Ketua LKG Solo Raya menyampaikan bahwa seluruh infak yang didapat akan disalurkan sepenuhnya, tidak dipotong untuk operasional apapun. Ini adalah murni kegiatan untuk sosial.

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE