Berita

Aksi Peduli Palestina, AMM Kota Pekalongan Turun ke Jalan dan Serahkan 6 Juta Kepada Lazismu

PWMJATENG.COM, KOTA PEKALONGAN – Kampanye kepedulian terhadap derita kemanusiaan di Palestina terus disuarakan Persyarikatan Muhammadiyah melalui kegiatan penggalangan dana. Tak terkecuali di Kota Pekalongan, Ahad (30/5/2021) sejumlah aktivis Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Bersama Lazismu bahkan melakukan aksi turun ke jalan untuk mengobarkan pesan kepedulian atas Palestina.

Kegiatan yang dipusatkan di jalur Pantura depan kantor Lazismu Kota Pekalongan, tepatnya di sekitar palang kereta api Jl KH Mas Mansyur ini diikuti perwakilan pengurus Lazismu serta perwakilan AMM, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, PD IPM, Hizbul Wathon (HW), dan lainnya. Aksi penggalangan dana ke jalanan yang diikuti oleh sekitar 70 kader AMM itu dilakukan mulai pukul 09.00 sampai pukul 16.00 WIB.

Aksi Peduli Palestina, AMM Kota Pekalongan Turun ke Jalan dan Serahkan 6 Juta Kepada Lazismu
Aksi Peduli Palestina, AMM Kota Pekalongan Turun ke Jalan dan Serahkan 6 Juta Kepada Lazismu

Penggalangan dana dilakukan di 6 titik tempat, palang kereta api Jl KH Mas Mansyur, pasar tiban Mataram, perempatan Grogolan, perempatan Sorogenen, pasar Sorogenen, jl Hayam Wuruk sampai alun-alun, dan jl Hasanudin sampai dengan pasar Pati unus. Dari partisipasi masyarakat di tempat-tempat tersebut, dikumpulkan donasi sebanyak enam juta rupiah dan langsung diserahkan kepada Lazismu Kota Pekalongan.

“Aksi peduli Palestina ini atas instruksi langsung Lazismu Pusat, bahwa selain kegiatan penggalangan donasi yang sudah berjalan di internal Muhammadiyah, kami juga ingin turun ke jalan mengkampanyekan kepedulian. Derita Palestina adalah derita kita semua,” ungkap Direktur Lazismu Kota Pekalongan, Sugeng Sutikno.

Aksi Peduli Palestina, AMM Kota Pekalongan Turun ke Jalan dan Serahkan 6 Juta Kepada Lazismu
Aksi Peduli Palestina, AMM Kota Pekalongan Turun ke Jalan dan Serahkan 6 Juta Kepada Lazismu

Sementara Ketua PDPM Kota Pekalongan, Furqon Zakariya menyampaikan bahwa aksi turun ke jalan tersebut tidak hanya bertujuan untuk menggalang dana, tetapi lebih dari itu adalah mengkampanyekan sikap peduli terhadap derita kemanusiaan di Palestina. “Apa yang kami lakukan justru menjadi aktualisasi dari amanat konstitusi, bahwa bangsa ini sangat menaruh perhatian besar terhadap isu penjajahan yang harus dihapuskan dari muka bumi. Apalagi, dalam catatan sejarah, Palestina punya andil besar dalam menyokong kemerdekaan Indonesia,” jelasnya.

Aksi Peduli Palestina, AMM Kota Pekalongan Turun ke Jalan dan Serahkan 6 Juta Kepada Lazismu
Aksi Peduli Palestina, AMM Kota Pekalongan Turun ke Jalan dan Serahkan 6 Juta Kepada Lazismu

Aksi peduli Palestina juga bukan sesuatu yang baru di Muhammadiyah. Menurut Ketua IV PDNA, Adilah Hukmiyati, Muhammadiyah selalu terpanggil untuk melakukan tugas-tugas sosial kemanusiaan, bahkan hal ini telah menjadi semangat dan karakter Persyarikatan sejak awal berdiri. Dikatakan, selama ini melalui berbagai organisasi otonomnya Muhammadiyah telah ikut membantu negara dalam menangani problem sosial kemanusiaan, dari masalah kemiskinaan, kebencanaan, Pendidikan, Kesehatan, dan yang lainnya.

“Kalaupun belakangan ada yang nyinyir dengan aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk Palestina, mungkin karena mereka belum mengenal organisasi ini, yang insya Allah selalu hadir taawun untuk negeri di setiap ada bencana, dan lainnya. Dan inilah watak Muhammadiyah sejak dulu, insya Allah menjadi DNA kita para kadernya,” ujarnya.

Aksi Peduli Palestina, AMM Kota Pekalongan Turun ke Jalan dan Serahkan 6 Juta Kepada Lazismu
Aksi Peduli Palestina, AMM Kota Pekalongan Turun ke Jalan dan Serahkan 6 Juta Kepada Lazismu

Pesan yang sama juga disuarakan Ketua DPC IMM Kota Pekalongan, Slamet Aji Nugroho, yang menyebut isu Palestina telah memantik kepedulian banyak negara dan tokoh-tokoh dunia.

“Kata orang, tidak perlu menjadi Muslim untuk peduli derita rakyat Palestina, cukup menjadi manusia. Apalagi yang terjadi adalah penjajahan, agresi militer di era semodern ini. Agak lucu untuk menarasikan apa yang terjadi di Palestina sebagai perang apalagi konflik biasa, karena dari aspek sumber daya saja sangat tidak sebanding. Dengan dukungan anggaran yang besar, Israel memiliki sumber daya yang amat memadai, termasuk sistem alutistanya, kelompok perlawanan seperti Hamas hanya mengandalkan senjata ala kadarnya untuk melawan Israel. Jadi kalaupun kita tak bisa membantu, paling tidak jangan membuat narasi-narasi yang menyudutkan mereka yang sedang ingin menunjukkan kepedulian kemanusiaannya,” tandasnya.

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE