Berita

Muhammadiyah Jateng Siagakan Tanggap Bencana Banjir dan Merapi

PWMJATENG.COM, SEMARANG – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Tafsir didampingi oleh Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Naibul Umam dan Direktur Fundraising Lembaga Zakat Infaq Shodaqoh Muhammadiyah (LazisMu) Jawa Tengah Wahidin Hasan, menggelar konferensi pers di Kantor PWM Jateng lantai 1, pada Kamis Sore (19/11).

Dalam konferensi pers tersebut disampaikan beberapa perkembangan yang telah dilakukan oleh Muhammadiyah Jawa Tengah terhadap penanganan bencana banjir di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Siaga Merapi di Magelang.

” Sekarang bencana, sekarang juga bertindak”. Itulah yang selalu sampaikan oleh Ketua PWM Jateng, Tafsir, dan selalu diterapkan oleh Muhammadiyah.

Saat ini Muhammadiyah Jateng sudah menyiapkan Sumber daya manusia, logistik, armada, relawan medis dan non medis yang langsung dikoordinir oleh  Tim dari MDMC dan LazisMu dalam penanganan siaga bencana, imbuhnya.

Lazismu sendiri saat ini sudah mengalokasikan sekitar Rp.1 miliar untuk membantu penanganan bencana, tidak hanya di kawasan Merapi, namun juga bencana banjir dan longsor di Cilacap, kebumen dan Banyumas.

Sementara itu, Ketua MDMC Jawa Tengah Naibul Umam menambahkan MDMC telah menangani musibah banjir dan tanah longsor yang melanda daerah Cilacap, Kebumen dan Banyumas. Potensi Muhammadiyah dan koordinasi MDMC dikerahkan penuh sesuai kebutuhan lapangan. Respon awal sudah dilakukan sejak awal November 2020  dengan menerjunkan Ratusan relawan, 4 perahu, pendirian pos koordinasi dan pelayanan, serta dapur umum.

Muhammadiyah Jateng Siagakan Tanggap Bencana
Tim MDMC Jateng sedang melakukan rapat koordinasi Siaga bencana banjir dan merapi di ruang rapat Poskor .

“Kami coba dukung optimal operasi tanggap darurat di Cilacap dan Banyumas ini, mengingat prediksi BMKG yang menyatakan musim hujan pada bulan desembar hingga januari ini puncaknya bisa terjadi di akhir Januari,” lanjut umam, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (19/11).

Sementara itu, umam menambahkan, relawan muhammadiyah di 10 kabupaten/kota di Jawa Tengah siap mendukung para relawan di tiga daerah di lereng Merapi yang meliputi Klaten, Magelang, dan Boyolali.

“Melihat pengalaman pada penanganan bencana Merapi pada 2010 lalu, butuh waktu sampai 3 tahun sampai seluruh penanganan selesai. Meski demikian, terdapat perbedaan penanganan bencana di banding yang sebelumnya.” katanya.

Ia menjelaskan pada penanganan kali ini relawan di luar tiga daerah di lereng Merapi yang akan diterjunkan cukup ketat pelibatannya mengingat pandemi COVID-19.

Relawan dari luar daerah yang akan diterjunkan diwajibkan membekali diri dengan surat keterangan tes cepat atau tes usap COVID-19. Oleh karena itu warga di sekitar Merapi didorong untuk membangun kemandirian di tengah pandemi ini. (it)

 

 

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE