Berita

Deklarasi Generasi Empati di SMA Muh PK Kottabarat

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Sabtu, 17 November 2018 bertempat di halaman SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta digelar Deklarasi Generasi Empati. Acara  Deklarasi ini merupakan kerjasama beberapa lembaga dan diinisiasi oleh Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial Universitas Muhammadiyah Surakarta dan Pharos Observatioire.

Kampanye gerakan empati ini adalah sebuah bentuk kepedulian kepada generasi muda agar mereka tumbuh dalam suasana cinta dan perdamaian. Seperti yang diketahui bersama, bahwasannya di tengah persaingan hidup yang ketat dan era digital yang masif ini, angka perundungan (bully) di dunia remaja sangat tinggi. Hal ini mengundang keprihatinan yang besar di berbagai kalangan, terutama kalangan pendidik.

Muhammad Zuhdiya, salah satu siswa yang mengikuti kegiatan ini merasa senang dan tertarik dengan tema empati. Zuhdi menyadari bahwa perkembangan kehidupan saat ini, kurang sekali orang yang memiliki kepedulian terhadap orang lain. Kalaupun ada, disertai dengan pamrih. Kampanye Generasi Empati di sekolah ini, memberikan pemahaman utuh pada kami dan mendorong siswa menjadi kader yang mengkampanyekan pentingnya empati pada masyarakat luas. Imbuhnya.

Pembina Kesiswaan SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Ganda Setya Gunawan mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang melibatkan siswa melalui organisasi IPM. Mereka membantu penyelenggaraan dengan mempersiapkan dari sebagai pembaca Deklarasi  Generasi Empati sampai dengan  penampilan-penampilan bakat siswa sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan kepada siswa.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Hendro Susilo menyambut baik kegiatan Kampanye Generasi Empati ini. Kegiatan yang diselenggarakan di sekolah ini bukan berarti warga sekolah tidak memiliki sikap empati. Tujuannya, mendorong warga sekolah untuk aktif bergerak dan mengkampanyekan sikap empati di lingkungan masing-masing. Mengingat persaingan hidup dan era informasi serta perkembangan media sosial yang cenderung mengikis sikap toleransi dan empati. Jadi, ini adalah gerakan nyata untuk memperkuat anak-anak muda agar mereka mengambil peran dan menularkan semangat empati terhadap sesama dan lingkungan. Ujar Hendro. (*)

Aji Rustam

Jurnalis MPI PWM Jateng, Wartawan Seniour TribunJateng

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

WP Radio
WP Radio
OFFLINE LIVE