FAI UMS Jadi Lokasi Riset Literasi Tafsir Al-Qur’an di Era Digital
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim peneliti dari Universitas Muhammadiyah Indonesia menyambangi Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta. Mereka menggelar penelitian riset mengenai literasi tafsir Al-Qur’an UMS untuk merespons maraknya otoritas keagamaan digital di platform media sosial.
Riset ini menguji kemampuan mahasiswa dalam menyaring informasi keagamaan. Selain itu, tim memetakan kecakapan generasi muda saat menilai kredibilitas konten keagamaan media sosial yang kian membanjiri ruang publik.
Dekan FAI UMS, Dr. Mohamad Ali, S.Ag., M.Pd., menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu membekali mahasiswa dengan pemahaman kritis di era pendidikan Islam kontemporer.
“Kami menyambut baik penelitian kolaboratif ini karena persoalan literasi keagamaan digital menjadi salah satu tantangan penting pendidikan Islam,” ujar Mohamad Ali di Kampus UMS, Surakarta, Jumat (6/11/2026).
Tantangan Maraknya Otoritas Keagamaan Digital
Mohamad Ali menambahkan bahwa literasi tafsir Al-Qur’an UMS tidak boleh sebatas kemampuan membaca teks. Mahasiswa perlu memiliki kecakapan menelusuri sumber rujukan utama serta memeriksa metodologi penafsiran secara bijak.
Kondisi tersebut menuntut perguruan tinggi seperti Universitas Muhammadiyah Surakarta untuk terus adaptif. Kampus bertugas membimbing mahasiswa agar tidak mudah terjebak oleh maraknya narasi keagamaan tanpa dasar ilmiah yang kuat.
Oleh karena itu, pengalaman mahasiswa FAI UMS menjadi data penting dalam penelitian ini. Hasil riset akan menjadi landasan merumuskan kurikulum keagamaan yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
Upaya Membentengi Mahasiswa dari Informasi Palsu
Sementara itu, Ketua Tim Peneliti, Dr. Akmal Rizki Gunawan Hasibuan, M.A., memberikan rincian fokus kajiannya. Ia menyebut pergeseran pola pencarian informasi agama melatarbelakangi pelaksanaan penelitian ini.
“Penelitian ini berangkat dari fenomena meningkatnya akses mahasiswa terhadap informasi keagamaan melalui media digital,” kata Akmal.
Ia menambahkan, timnya membedah pola interaksi mahasiswa saat memverifikasi ayat-ayat Al-Qur’an yang mereka temukan di internet. Langkah ini krusial demi menjaga tradisi keilmuan Islam dari pengaruh disinformasi.
Kolaborasi Riset Perguruan Tinggi Muhammadiyah
Penelitian ini berjalan di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Indonesia melalui skema Penelitian Kolaboratif Internal 2026. Tim riset menerjunkan lima akademisi, yakni Dr. Akmal Rizki Gunawan Hasibuan, M.A., Muhammad Muammar Alwi, M.A., Aulia Ayu Rohayah, M.Pd., Alifa Zahra Nurhidayah, dan Andini Fadiah.
Para peneliti mengumpulkan data utama melalui diskusi akademik, wawancara mendalam, serta observasi lapangan. Agenda kolaborasi ini telah berlangsung sejak Rabu (28/10/2026) di Kompleks FAI UMS.
Melalui kegiatan ini, keterlibatan aktif dalam literasi tafsir Al-Qur’an UMS membuktikan komitmen nyata kampus. FAI UMS terus memperkuat jejaring keilmuan antar-perguruan tinggi Muhammadiyah demi melahirkan generasi Muslim yang kritis dan berwawasan luas.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



