Sabet Juara 3 Psychology UMBY Fair 2026, Mahasiswa Psikologi UMP Ciptakan Modul Bridge
PWMJATENG.COM, PURWOKERTO — Tiga mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berhasil mengukir prestasi membanggakan. Tim Mahasiswa Psikologi UMP ini meraih Juara 3 Kategori Lomba Hasil Karya Produk Mahasiswa dalam ajang Psychology UMBY Fair 2026 di Universitas Mercu Buana Yogyakarta.
Rangkaian kompetisi bergengsi ini bermula dari pengiriman karya pada 10–30 Agustus 2026. Setelah itu, panitia melakukan proses peninjauan pada 1–12 September 2026. Puncaknya, tim mempresentasikan karya hingga pengumuman pemenang berlangsung pada 26 September 2026.
Perwakilan tim, Andika Agus Setiawan, menceritakan awal mula pembuatan produk Modul Bridge tersebut. Oleh karena itu, ia dan tim merancang ide dari kepedulian terhadap isu keberagaman serta dinamika sosial di Indonesia. Andika menggarap karya ini bersama Zahra Alya Pritama dan Nisa Arfiana Nurbaeti.
Tantangan Manajemen Waktu dan Support Fakultas
Saat menjalani masa persiapan, Andika mengakui bahwa timnya menghadapi tantangan yang cukup besar. Kendala utama terletak pada manajemen waktu karena kesibukan masing-masing anggota. Namun, mereka dapat mengatasi masalah tersebut melalui pembagian tugas secara adil.
Selain itu, dukungan penuh dari pihak fakultas dan program studi menjadi penyemangat utama. Pihak kampus memberikan tunjangan transportasi serta fasilitasi kendaraan menuju Yogyakarta. Bahkan, fakultas berencana mendaftarkan produk ini ke dalam Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Dosen pembimbing, Eka Rizki Meilani, S.Psi., M.Psi., menjelaskan asal-usul karya tersebut. Sebetulnya, produk ini merupakan luaran mata kuliah Kewirausahaan Islam berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dari proyek tersebut, dosen mengumpulkan karya bernilai kebaharuan tinggi lalu membimbing proposal tim hingga lolos babak lima besar di UMBY.
Keunggulan Inovasi Modul Bridge
Selanjutnya, Eka menilai faktor utama keberhasilan tim mahasiswa Psikologi UMP ini adalah nilai kebermanfaatan produk. Modul Bridge sangat efektif membantu remaja atau mahasiswa yang mengalami hambatan penyesuaian diri. Sebab, materi modul ini memandu mereka agar dapat bergaul dengan baik di lingkungan sosial.
Oleh sebab itu, Eka berharap karya inovatif tersebut tidak berhenti pada ajang kompetisi saja. Lebih dari itu, tim dapat memproduksi modul secara luas agar memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Keberhasilan ini membuktikan bahwa mahasiswa Psikologi UMP mampu mengolah tugas kuliah menjadi produk inovatif berdaya saing tinggi. Langkah tersebut sekaligus membawa manfaat nyata bagi perkembangan ilmu psikologi dan masyarakat luas.
Kontributor: Amr/Chy
Editor: Akmal



