Mahasiswa UMS Borong 3 Penghargaan Nasional Lewat Inovasi PasokHub
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional. Tim kolaborasi BrawSuITS ini memborong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Mandalika Essay Competition 9 (MEC 9) 2026 di Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Melalui gagasan inovatif bernama PasokHub, mahasiswa UMS bersama rekan lintas kampus berhasil menyabet Juara Harapan 1, Gold Medal, dan predikat Best Paper. Karya ilmiah ini mengusung tajuk “PasokHub: Rekayasa Sistem Basis Data Terintegrasi untuk Pemberdayaan Rantai Pasok Berkelanjutan di Era Transformasi Bisnis Digital 5.0”.
Ketua Tim BrawSuITS, Muhammad Hasbi Assidiqi (mahasiswa UMS), memimpin karya ini bersama rekannya Alif Galuh Ristika. Selain itu, kolaborasi ini memperkuat barisan dengan menggandeng Diah Ayu Rahmadani dari Universitas Brawijaya (UB) serta Anindia Nur Aisyah Fitri dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Solusi Digital Pemutus Rantai Pasok Panjang
Keberhasilan mahasiswa UMS dan timnya ini berawal dari keprihatinan terhadap rantai distribusi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hasbi menjelaskan bahwa pengelolaan arus barang maupun pelanggan di tingkat UMKM masih berjalan manual dan minim integrasi.
Panjangnya rantai distribusi konvensional kerap merugikan produsen dan konsumen. Pola lama ini melibatkan banyak pihak, mulai dari petani, pengumpul, distributor, hingga pengecer.
“Kondisi tersebut memicu inefisiensi distribusi, penumpukan marjin harga, hingga risiko kehilangan pangan atau food loss,” ujar Hasbi pada Senin (2/11/2026).
Menjawab persoalan tersebut, mahasiswa UMS merancang PasokHub sebagai pusat data terintegrasi. Platform ini menghubungkan seluruh entitas rantai pasok dalam satu sistem terpusat berbasis Third Normal Form (3NF) demi menjamin konsistensi data.
Fitur Canggih PasokHub untuk UMKM
Inovasi digital ini menawarkan tiga fitur unggulan untuk memodernisasi operasional UMKM. Pertama, fitur digital traceability memungkinkan konsumen melacak perjalanan produk secara transparan melalui pemindaian QR Code pada kemasan.
Kedua, PasokHub menyediakan dashboard analitik untuk menyajikan tren penjualan dan pemetaan logistik secara real-time. Fitur ini memuat pencatatan stok otomatis yang memperbarui data persediaan setiap kali transaksi berlangsung.
Ketiga, sistem keamanan Role-Based Access Control (RBAC) melindungi kerahasiaan data bisnis sesuai hak akses pengguna. Pembatasan akses ini menjamin operasional rantai pasok berjalan terstruktur dan aman.
Mengusung Pendekatan Pentahelix dan SDGs
Pengembangan platform oleh mahasiswa UMS ini menerapkan pendekatan kolaborasi pentahelix. Konsep ini melibatkan lima elemen kunci, yakni pemerintah, akademisi, pelaku UMKM, sektor swasta, dan media.
“Pendekatan lintas sektor ini membangun ekosistem rantai pasok yang berkelanjutan,” tambah Hasbi.
Langkah inovatif ini sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya, inovasi ini mendukung tujuan ke-8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta tujuan ke-12 terkait Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



