Usung Protokol Penanganan Krisis Energi Perkotaan, Tim PKM VGK UMS Lolos PIMNAS ke-39
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim PKM VGK UMS berhasil lolos ke ajang PIMNAS ke-39 setelah merancang konsep Blackout Protocol sebagai solusi kesiapsiagaan wilayah perkotaan dalam mengantisipasi ancaman krisis energi.
Rancang Kontingensi Perkotaan Hadapi Pemadaman Total
Kelompok mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta menyusun model kontingensi kota yang terintegrasi. Gagasan ini bertujuan meminimalkan potensi kekacauan sosial akibat pemadaman listrik berkepanjangan.
Ketua tim, Reyhana Elsa Ramadhani, menjelaskan bahwa ide tersebut bersumber dari pengamatan peristiwa pemadaman listrik besar di dunia. Selain itu, potensi gangguan energi akibat geopolitik global serta rekam jejak blackout Jawa-Bali 2019 memperkuat urgensi rancangan ini.
Saat diwawancarai pada Senin (2/11/2026), Reyhana menegaskan bahwa Indonesia belum memiliki panduan kesiapsiagaan krisis energi perkotaan yang padu. Oleh sebab itu, kelima mahasiswa UMS ini berinisiatif menyusun panduan darurat yang lebih terstruktur.
Rancangan tersebut memprioritaskan perlindungan pada empat sektor vital, yaitu kesehatan, perbankan, lalu lintas, serta penyuplai air bersih. Keempat layanan mendasar ini wajib tetap beroperasi meski wilayah perkotaan mengalami kelumpuhan arus listrik.
Skema Distribusi Air dan Energi Saat Darurat 72 Jam
Protokol penanganan krisis energi perkotaan ini mengatur langkah antisipasi apabila pemadaman berlangsung melebihi 72 jam atau tiga hari. Pemerintah daerah diproyeksikan menyiapkan panel surya pada fasilitas publik sebagai penyuplai energi cadangan.
Selanjutnya, tim merancang mekanisme pembagian air bersih berbasis kartu Radio Frequency Identification (RFID). Melalui skema terukur ini, setiap warga kota dapat mengakses pasokan air hingga 15 liter per hari di titik kelurahan.
Pemerintah Kota Surakarta dirancang menjadi koordinator utama pelaksanaan prosedur darurat tersebut. Pemkot akan bersinergi dengan PLN, BNPB, dan kementerian terkait guna menguji efektivitas model kesiapsiagaan krisis energi kota ini.
Reyhana menyampaikan bahwa hasil pemikiran timnya saat ini masih berada pada taraf konseptual. Meski demikian, tim telah memvisualisasikan skema penerapan tersebut lewat video animasi di kanal YouTube PKM VGK Blackout.
Sinergi Multidisiplin Mahasiswa UMS Lolos PIMNAS 39
Penyusunan karya ini mengandalkan kolaborasi lintas disiplin ilmu antar-mahasiswa UMS. Keahlian Ilmu Komunikasi dan Teknik Informatika menyatu harmonis di bawah bimbingan Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D.
Adapun susunan tim terdiri dari Reyhana Elsa Ramadhani, Muthia Azizah, Ardianto Wahyu Saputra, Fais Bayu Saputra, serta Afkar Fakhru Ryanto. Kerja sama ini memadukan kedalaman teknis sistem dengan strategi komunikasi publik yang efektif.
Walaupun sempat terkendala kerumitan materi teknis dan ritme pembagian waktu, seluruh anggota tim terus saling mendukung. Komitmen tinggi ini akhirnya mengantarkan Tim PKM VGK UMS lolos PIMNAS ke-39.
Menjelang ajang nasional tersebut, tim bertekad menyumbangkan medali dan mengharumkan nama almamater UMS. Reyhana juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu mengeksekusi gagasan dari persoalan nyata di sekitarnya.
Kontributor: Yusuf
Editor: Akmal



