IKABA UMPP Salurkan Pasokan Bantuan Air Bersih Pekalongan untuk Warga Wonopringgo
PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Ikatan Keluarga Besar Alumni Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (IKABA UMPP) bergerak cepat menanggapi bencana kekeringan. Oleh karena itu, para alumni menyalurkan pasokan bantuan air bersih Pekalongan kepada warga di Kecamatan Wonopringgo, Ahad (1/11/2026).
Penyaluran bantuan tersebut langsung menjangkau dua titik lokasi krisis. Lokasi pertama berada di Dukuh Sepete, Desa Jetak Kidul. Selain itu, tim juga mendistribusikan air di Dukuh Larangan Kidul, Desa Legokgunung.
Aksi kemanusiaan ini menjadi bukti kepedulian alumni perguruan tinggi. Melalui langkah tersebut, IKABA UMPP ingin meringankan beban masyarakat. Di samping itu, kegiatan ini menegaskan peran sosial alumni di luar dunia kerja.
Tanggapi Krisis Air Bersih
Perwakilan IKABA UMPP, Ari, memberikan penjelasan secara langsung terkait aksi sosial ini. Menurutnya, aksi tersebut membuktikan komitmen alumni untuk selalu hadir di tengah kesulitan warga.
“Kegiatan ini merupakan wujud bakti dan kepedulian keluarga besar alumni UMPP. Oleh sebab itu, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga yang mengalami kekeringan,” ujar Ari di sela penyerahan bantuan.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi landasan utama gerakan ini. Atas dasar itulah, alumni akan terus menghadirkan manfaat secara inklusif.
Dampak El Nino Memperluas Kekeringan
Bencana kekeringan di Pekalongan pada 2026 memang kian meluas. Oleh karena itu, kondisi ini menuntut perhatian intensif dari berbagai pihak. Data BPBD Kabupaten Pekalongan per 20 Oktober 2026 mencatat pasokan bantuan air bersih Pekalongan telah menembus 2,42 juta liter atau setara 588 armada tangki.
Bantuan darurat tersebut telah menjangkau 32 desa di 12 kecamatan. Akibatnya, total penerima manfaat kini mencapai 33.908 jiwa.
Kondisi kritis ini terjadi akibat kemarau panjang yang tereskalasi oleh dampak El Nino 2026. Selain itu, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif turut memperparah keadaan. BMKG mengonfirmasi bahwa 61,08 persen Zona Musim di Indonesia mengalami penundaan awal musim hujan. Bahkan, dampaknya menyebabkan debit sumur warga menurun drastis.
Melihat tingginya kebutuhan air masyarakat, keterlibatan aktif elemen sipil tentu sangat dibutuhkan. Oleh karena itu, IKABA UMPP berkomitmen menjaga keberlanjutan aksi sosial ini. Langkah tersebut menjadi bukti pengabdian nyata alumni bagi masyarakat luas.
Kontributor: Nanang
Editor: Akmal



