Hadirkan Solusi Akses 3T, Tim Pakar UMS Rancang Jembatan Pengganti di NTT
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Deputi Pengabdian Masyarakat dan Hilirisasi DPM DRPPS Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menerjunkan tim pakar ke Desa Tliu, Kecamatan Amanuban Timur, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur.
Langkah cepat ini menjadi wujud nyata UMS dalam hadirkan solusi akses 3T yang terputus akibat runtuhnya jembatan utama warga. Dalam aksi kemanusiaan ini, UMS menggandeng Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Dua pakar Teknik Sipil FT UMS, Ir. Muhammad Ujianto, M.T., dan Furqaan Harjanto, S.T., M.Eng., memimpin langsung investigasi forensik geoteknik di lokasi kejadian.
Investigasi Lapangan dan Medan Terjal
Tim pakar menjalankan survei geoteknik serta pengukuran fisik di lokasi jembatan runtuh pada Sabtu (24/10/2026). Perangkat desa beserta warga Desa Tliu turut bergotong royong membantu proses investigasi teknis di alur sungai terjal ini.
Kondisi medan menuju lokasi jembatan terbilang sangat menantang. Lokasi ngarai batu gamping ini membutuhkan perjalanan darat sekitar empat jam dari Kota Kupang.
Tim mendapati jembatan selebar tujuh meter itu telah ambrol sepenuhnya. Situasi berbahaya ini memaksa warga memutar melewati dasar sungai berbatu yang terjal demi beraktivitas.
Ir. Muhammad Ujianto, M.T., menegaskan bahwa faktor usia bukan menjadi penyebab utama keruntuhan jembatan ini. Erosi kavitas akibat gerusan banjir bandang memicu kerusakan parah pada kaki tebing batuan kapur berpori.
Gerusan arus sungai membuat fondasi pasangan batu kehilangan tumpuan dasar hingga struktur utama patah total.
Rancangan Jembatan Baru Tahan Banjir
Guna hadirkan solusi akses 3T secara berkelanjutan, tim pakar UMS langsung menyusun dokumen perencanaan teknis (engineering design) untuk jembatan pengganti.
Furqaan Harjanto, S.T., M.Eng., merancang fondasi abutment beton bertulang yang ditanam sedalam dua meter ke lantai batuan dasar sungai.
Selain itu, tim mewajibkan pengisian rongga gerusan tebing menggunakan beton siklop. Struktur baru ini terikat kuat ke dinding tebing batuan kapur agar tahan terhadap potensi banjir bandang susulan.
Penyusunan rancangan teknis jembatan ini merupakan bukti nyata kontribusi kepakaran akademisi UMS. Dokumen perencanaan ini siap diserahkan kepada pemerintah daerah sebagai acuan utama rekonstruksi fisik secara aman, ekonomis, dan berkelanjutan.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



