Gandeng LLHPB Aisyiyah Jateng, P2M UMS Gelar TOT Satuan Pendidikan Aman Bencana Bagi 107 Relawan
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Tim Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) UMS menggelar pelatihan Training of Trainers (TOT) Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bersama LLHPB Aisyiyah Jateng. Kegiatan kolaboratif ini berlangsung di Pesantren Mahasiswa (PESMA) KH. Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta. Sebanyak 107 relawan dan pegiat pendidikan dari berbagai daerah di Jawa Tengah mengikuti seluruh rangkaian acara.
Para peserta merupakan perwakilan pengurus LLHPB Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA), Majelis PAUDDASMEN, IGABA, serta relawan kebencanaan. Tim P2M UMS merancang program ini untuk memperkuat kapasitas persyarikatan dalam menghadapi risiko darurat. Melalui skema ini, perguruan tinggi dan organisasi otonom bersinergi secara konkrit di lapangan.
Sebelum memulai sesi tatap muka, tim P2M UMS terlebih dahulu memetakan kerentanan wilayah bersama mitra strategis. Koordinasi intensif ini melibatkan pihak LLHPB PWA Jawa Tengah, Majelis PAUDDASMEN, dan MDMC Jawa Tengah. Langkah awal tersebut memastikan seluruh materi pelatihan menjawab kebutuhan riil masyarakat.
Empat Pembekalan Utama Kesiapsiagaan
Pelatihan ini menghadirkan empat materi utama yang disampaikan oleh para pakar kebencanaan. Pada sesi pertama, Rahmawati Husein, MCP., Ph.D., memaparkan konsep dasar penerapan Satuan Pendidikan Aman Bencana di lingkungan sekolah. Ketua LLHPB PP ‘Aisyiyah tersebut menekankan pentingnya manajemen risiko dan keberlanjutan proses belajar saat krisis.
Sesi kedua berfokus pada tata kelola dapur umum darurat yang dipandu oleh dua narasumber ahli. Agil Dhiemitra Aulia Dewi, MPH., menjelaskan standar pemenuhan gizi bagi kelompok rentan seperti balita dan lansia. Sementara itu, H. Isnaini, S.Pd., dari MDMC Klaten mengulas mekanisme logistik serta skema distribusi makanan secara cepat.
Materi ketiga mencakup penanganan dukungan psikososial yang dibawakan oleh Dr. Siti Rahmawati dari LLHPB PWA Jawa Tengah. Pemateri menekankan pentingnya pendampingan emosional bagi korban terdampak bencana, terutama anak-anak. Sebagai penutup, tim MDMC Jawa Tengah memandu simulasi kebencanaan langsung untuk melatih kesiapsiagaan seluruh peserta.
Cetak Penggerak Tangguh di Daerah
Penyelenggara menerapkan kombinasi metode ceramah interaktif, diskusi kelompok, studi kasus, hingga praktikum lapangan. Tim penilai juga menggelar tes pre-test dan post-test untuk mengukur lonjakan pemahaman materi para peserta. Skema evaluasi ini memastikan seluruh materi terserap secara optimal.
Melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana ini, tim P2M UMS meyakini para alumni pelatihan siap menjadi penggerak di daerahnya. Mereka akan menyebarkan keterampilan mitigasi ini ke sekolah-sekolah dan jaringan masyarakat di Jawa Tengah. Upaya berkelanjutan ini memperkuat daya tahan komunitas dalam menghadapi potensi ancaman bencana.
Kontributor: Chayanitasekar
Editor: Akmal



