Lewat Seminar “Dari SMK Menuju Dunia”, MRC UMP Latih Calon Pekerja Migran Bertransformasi Jadi Pengusaha
PWMJATENG.COM, PURWOKERTO – Migrant Resource Center Universitas Muhammadiyah Purwokerto melatih calon Pekerja Migran Indonesia asal lulusan SMK agar tidak hanya siap bersaing di kancah global, tetapi juga bertransformasi menjadi pengusaha saat purna tugas.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui seminar motivasi bertajuk Dari SMK Menuju Dunia: Siap Kompeten, Siap Kerja, Siap Mendunia di Aula Syamsuhadi Irsyad UMP pada Selasa (20/10/2026). Acara ini menghadirkan pejabat Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia untuk membekali para peserta secara menyeluruh.
Direktur MRC UMP, Assoc. Prof. Akhmad Darmawan, Ph.D., menegaskan bahwa para calon Pekerja Migran Indonesia harus mengubah cara pandang saat bekerja di luar negeri. Pekerja tidak boleh sekadar mengejar materi, melainkan wajib menyerap ilmu, budaya, dan pengalaman internasional.
Darmawan menjelaskan bahwa lembaga yang ia pimpin terus mendampingi para pekerja sejak pra-pemberangkatan hingga masa purna kerja. Pendampingan berkelanjutan ini bertujuan mencetak wirausahawan muda mandiri yang sanggup membuka lapangan kerja baru di tanah air.
Kesiapan Fisik dan Adaptasi Budaya Ekstrem
Sementara itu, Direktur Pemetaan Pasar Kerja Luar Negeri KP2MI, Devriel Sogia, memaparkan tantangan adaptasi di negara tujuan. Beliau mengingatkan para calon Pekerja Migran Indonesia untuk menyiapkan fisik menghadapi perubahan iklim ekstrem di wilayah empat musim seperti Eropa.
Devriel memberi contoh perbedaan suhu udara antara Purwokerto dengan negara tujuan di Eropa yang bisa mencapai lebih dari 40 derajat Celsius saat musim panas. Sebaliknya, suhu ekstrem musim dingin kerap menjadi fase paling berat bagi pekerja asal Indonesia.
Selain faktor cuaca, Devriel membagikan tips adaptasi budaya secara komunikatif. Beliau menyarankan pekerja perempuan menghindari penggunaan mukena putih polos saat beribadah di luar ruang publik guna mencegah kesalahpahaman budaya lokal.
Penguatan Mental dan Kemandirian Ekonomi
Fase rindu keluarga (homesickness) juga menjadi tantangan psikologis yang wajib diantisipasi oleh setiap calon Pekerja Migran Indonesia. Kesiapan mental yang matang akan melindungi pekerja dari risiko tekanan jiwa selama bertugas di mancanegara.
Melalui pembekalan komprehensif ini, MRC UMP optimistis lulusan SMK siap bersaing di kancah global. Program ini sekaligus mengarahkan para purna pekerja agar pulang ke tanah air sebagai pengusaha yang sukses dan bermanfaat.
Kontributor: Rfm/Chy
Editor: Akmal



