Berita

Cara Membuat Talking Head Video yang Menarik Menurut Tim Media PP Muhammadiyah

PWMJATENG.COM, JAKARTA — Banyak pembuat konten masih bingung menentukan cara membuat talking head video yang mampu menyedot perhatian netizen. Padahal, format video monolog ini menjadi salah satu konten media sosial paling efektif untuk menyampaikan pesan secara personal dan berdampak.

Menjawab tantangan tersebut, Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar pelatihan media bertajuk FRAME. CREATE. SPEAK di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Tim Media dan Komunikasi PP Muhammadiyah, Abyan Daffa, hadir membagikan strategi praktis pengembangan konten media sosial kepada para peserta.

Riset Audiens dan Memahami Algoritma

Abyan menegaskan bahwa konten yang sukses selalu bermula dari perencanaan yang matang. Kreator harus memahami karakteristik platform sekaligus mengenali audiens sasaran mereka.

“Ketika membuat konten, kita perlu mengevaluasi apakah metode kita sudah tepat. Kita wajib memahami audiens dan karakteristik platform,” ujar Abyan di hadapan 34 peserta luring.

Selain itu, ia menyarankan pengelola media untuk rajin memantau algoritma media sosial. Evaluasi performa konten dapat diukur secara berkala melalui jumlah tayangan, tanda suka, komentar, hingga jumlah pembagian konten.

Kiat Praktis Produksi Video Monolog

Dalam sesi utama, Abyan membongkar langkah mudah mengenai cara membuat talking head video meskipun hanya menggunakan peralatan seadanya. Kreator tidak perlu menunggu perangkat mahal untuk memulai proses produksi.

“Kita bisa memanfaatkan telepon genggam, tripod, mikrofon sederhana, dan aplikasi teleprompter. Kuncinya ada pada persiapan naskah yang matang,” tambahnya.

Selanjutnya, ia membagikan trik batching, yaitu merekam beberapa video sekaligus dalam satu waktu. Agar proses pengambilan gambar terasa lebih mudah, naskah dapat dibagi menjadi beberapa segmen pendek.

Formulir Naskah AIDA untuk Konten Efektif

Tak hanya teknik perekaman, peserta juga mempelajari formulasi naskah berbasis AIDA (Attention, Interest, Desire, Action). Teknik ini membantu mengarahkan pesan agar memikat perhatian audiens sejak detik pertama.

Setelah menerima teori, para peserta langsung melakukan praktik kelompok. Mereka menyusun naskah, menyiapkan perangkat, dan merekam video monolog secara mandiri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism). Melalui program ini, Eco Bhinneka Muhammadiyah terus memperkuat kapasitas komunikasi publik di lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.

Kontributor: Farah
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pkv gameslk21slot777slot777slottoto 4dslot thailandslotslot gacor hari inislot gacorslot gacorslot thailandzonawin777zonawin777zonawin777slot777link slot gacor hari inizonawin777Zonawin777Zonawin777situs totoslot gacor