Apresiasi Kontribusi Persyarikatan Muhammadiyah se-Solo Raya, UMS Anugerahi Penghargaan MOEA 2026
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Bentuk apresiasi kontribusi Persyarikatan Muhammadiyah se-Solo Raya kembali ditunjukkan oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta melalui penganugerahan Muhammadiyah Organizational Excellence Award atau MOEA 2026. Penyerahan penghargaan bergengsi tersebut berlangsung meriah pada rangkaian Tabligh Akbar Hari Jadi ke-68 UMS di Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Minggu (18/10/2026).
Pihak panitia menyelenggarakan penyerahan tropi sebelum penceramah kondang Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, M.Si., menyampaikan tausiyahnya. Ketua LP3A UMS, Dr. Bambang Sukoco, S.H., M.H., menyerahkan penghargaan tersebut bersama Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag.
Bambang Sukoco menegaskan bahwa ajang ini menjadi wujud nyata pemuliaan kampus terhadap kerja keras kader di daerah. “Kami memberikan apresiasi ini untuk memacu semangat perkembangan Muhammadiyah Solo Raya,” jelas Bambang, Senin (19/10/2026).
Empat Kategori Penghargaan MOEA 2026
Pelaksanaan MOEA 2026 kali ini memasuki penyelenggaraan tahun kedua dengan sistem penilaian yang makin terstruktur. Wujud apresiasi kontribusi Persyarikatan Muhammadiyah ini membuka empat kategori utama yang menjangkau seluruh tingkatan organisasi.
Empat kategori tersebut mencakup Pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), Program Inspiratif Cabang, Pertumbuhan Organisasi Ranting, hingga kontribusi aktif civitas akademika UMS. Panitia sengaja merancang kategori ini untuk mendorong pimpinan dan dosen agar terus bergerak mengabdi di lingkungan tinggal masing-masing.
Pengurus PRM Mranggen Klaten menjadi salah satu contoh peserta yang paling menyita perhatian juri. Mereka sukses menggerakkan lebih dari 800 warga untuk menjalankan sholat tahajud dan sholat Subuh berjamaah secara bergiliran saban selapan atau 35 hari sekali.
Daftar Penerima Penghargaan dan Nominator Terbaik
Penetapan juara ajang MOEA 2026 mengukuhkan PDM Surakarta sebagai nominator Pengelolaan AUM Terbaik. Sementara itu, PDM Sukoharjo sukses merebut gelar Persentase Dosen dan Tenaga Kependidikan Berdampak Terbanyak.
Untuk Kategori Program Inspiratif, PCM Weru Sukoharjo meraih predikat terbaik pertama, disusul PCM Kebakkramat Karanganyar di posisi kedua, dan PCM Gemolong Sragen di posisi ketiga. Pada Kategori Pertumbuhan Organisasi, PRM Mranggen Klaten keluar sebagai terbaik pertama, didampingi PRM Potronayan Boyolali sebagai terbaik kedua serta PRM Bancak Karanganyar sebagai terbaik ketiga.
Kategori Kontribusi Dosen dan Tendik mengukuhkan Sapto Hary Surya Wibowo, S.T., M.Kom., sebagai terbaik pertama. Posisi kedua diraih oleh Muhammad Halim Kusuma, S.Pd., M.Pd., sedangkan posisi ketiga disabet oleh Muhammad Ardian Nursetyawan, S.P.
Semangat Kepemimpinan Kolektif Kolegial
Muhammad Halim Kusuma mengungkapkan rasa syukurnya saat menerima trofi dalam gelaran penghargaan UMS tersebut. Dosen berprestasi ini menilai wujud apresiasi kontribusi Persyarikatan Muhammadiyah ini murni hasil perjuangan kolektif seluruh lini organisasi.
“Prestasi ini lahir dari kerja keras bersama sesuai prinsip kepemimpinan kolektif kolegial di Muhammadiyah Solo Raya,” ujar Halim. Sosok yang aktif di berbagai divisi ini menjabat Wakil Ketua PRM Dukuh Sentono Ceper Klaten sekaligus Ketua MPKSDI PCM Ceper.
Halim berharap penganugerahan pada Hari Jadi ke-68 UMS ini mampu memantik semangat kader muda di wilayah Jawa Tengah. “Apresiasi ini harus menjadi bahan bakar untuk makin membesarkan Persyarikatan yang kita cintai,” pungkasnya.
Kontributor: Adi
Editor: Akmal



