10 Prinsip Ibadah Menurut Ulama Muhammadiyah untuk Pedoman Umat
PWMJATENG.COM, MAKASSAR — Salah satu ulama Muhammadiyah Makassar, KH Sudirman, membeberkan 10 prinsip ibadah yang menjadi pedoman penting bagi umat Islam, khususnya para santri penuntut ilmu.
Kiai Sudirman menyampaikan panduan keagamaan tersebut di hadapan ratusan santri Ma’had Fathul Muin Litahfidzil Qur’an (MFM LQ) dan Tajdidul Iman. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Takmirul Muhammadiyah, Jalan Banda, Makassar, Senin (12/10/2026).
Wakil Ketua PDM Makassar ini menegaskan pentingnya pegangan ilmu bagi setiap Muslim. Beliau mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Qalam ayat 1 tentang pentingnya pena dan tulisan sebagai simbol ilmu pengetahuan.
Selain itu, Kiai Sudirman mengibaratkan majelis ilmu sebagai taman surga di dunia. Beliau mengutip hadis riwayat Tirmidzi Nomor 3510, tempat Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk singgah dan mengambil manfaat di halaqah zikir.
Oleh karena itu, ulama Muhammadiyah ini mengajak para santri agar senantiasa menikmati proses menuntut ilmu. Majelis ilmu menghadirkan kesejukan jiwa sekaligus menjadi bekal berharga untuk kehidupan di akhirat kelak.
Daftar Panduan Ibadah Sesuai Syariat
Dalam tausiyahnya, Kiai Sudirman merinci 10 prinsip ibadah yang wajib menjadi perhatian bersama:
-
Ikhlas karena Allah SWT sebagaimana perintah dalam Surah Al-Bayyinah ayat 5.
-
Mengikuti ajaran Rasulullah SAW secara utuh.
-
bersifat Tawqif, yaitu berlandaskan dalil yang jelas.
-
Sesuai kemampuan tanpa memaksakan diri.
-
Tidak memaksakan diri dalam menjalankan perintah agama.
-
Tidak berlebih-lebihan dalam beragama.
Mengenai prinsip tidak berlebih-lebihan, Kiai Sudirman menceritakan kisah tiga lelaki pada zaman Nabi. Mereka berniat sholat sepanjang malam tanpa tidur, berpuasa setiap hari tanpa berbuka, dan memilih tidak menikah demi beribadah.
Rasulullah SAW lantas meluruskan pemahaman keliru tersebut. Beliau menegaskan bahwa diri-Nya adalah orang yang paling bertakwa, tetapi tetap tidur, berbuka puasa, serta menikah. Barang siapa membenci sunnah Nabi, maka ia bukan bagian dari golongannya.
Melengkapi Pedoman Hidup Sehari-hari
Melengkapi poin-poin sebelumnya, Kiai Sudirman melanjutkan empat poin terakhir dalam 10 prinsip ibadah tersebut:
-
Mendahulukan ibadah wajib daripada ibadah sunnah.
-
Memberikan setiap hak kepada pemiliknya secara adil.
-
Istiqamah dalam beramal meskipun sedikit.
-
Sesuai syariat dari segi sebab, jenis, jumlah, kadar, tata cara, waktu, dan tempat.
Melalui penjelasan ini, ulama Muhammadiyah Makassar tersebut berharap jamaah dan para santri mampu mengamalkan seluruh pedoman ini secara konsisten.
Acara keagamaan yang berlangsung usai sholat Magrib dan Isya ini diawali dengan kegiatan buka puasa Senin-Kamis bersama. Kiai Sudirman memimpin langsung santapan buka puasa tersebut bersama para santri dan jamaah masjid.
Kontributor: As Salim
Editor: Akmal



