Redam Maraknya Fatwa Instan, Kader Muhammadiyah Semarang Luncurkan AI Fikih Muhammadiyah RAGMINI
PWMJATENG.COM, SEMARANG — Gelombang informasi keagamaan tanpa verifikasi di ruang digital mendorong lahirnya terobosan teknologi baru dari Semarang. Oleh karena itu, kader Muhammadiyah resmi meluncurkan platform AI Fikih Muhammadiyah bernama RAGMINI guna membendung maraknya fatwa instan di masyarakat.
Selain itu, inovasi digital ini diinisiasi oleh Ustad Kasmui, seorang dosen Kimia Universitas Negeri Semarang (UNNES). Sebagai Ketua PCM Gunungpati 2 sekaligus tim pengembang Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) PP Muhammadiyah, beliau menghadirkan RAGMINI agar umat memperoleh rujukan keagamaan yang valid.
Solusi Cerdas Pencarian Hadis dan Fikih Tarjih
Dalam pengembangannya, inovator keagamaan tersebut menggabungkan teknologi Retrieval-Augmented Generation (RAG) dan Gemini AI. Selanjutnya, integrasi sistem cerdas ini menghubungkan pengguna langsung dengan basis data lokal yang terkurasi ketat.
Hasilnya, platform AI Fikih Muhammadiyah secara optimal mempermudah pencarian hadis praktis, rujukan fikih tarjih, hingga materi KHGT PP Muhammadiyah. Sementara itu, pengguna dapat mengakses sistem ini secara terbuka melalui laman https://ragmini.kasmui.cloud/.
Di samping itu, proses penyaringan jawaban pada RAGMINI menerapkan pendekatan keilmuan Islam komprehensif. Pengembang menyematkan empat metodologi utama sekaligus, yakni Bayani, Burhani, Irfani, dan Maqashid Syariah.
“Kehadiran RAGMINI menjadi solusi praktis bagi para mubaligh dan masyarakat dalam memvalidasi rujukan keagamaan,” ujar Ustad Kasmui saat ditemui di Semarang. Tokoh akademisi tersebut menegaskan bahwa Islam berkemajuan senantiasa akrab dengan sains dan teknologi demi kemaslahatan umat.
Inisiasi Majelis Tabligh PDM Semarang untuk Literasi Digital
Selanjutnya, langkah progresif ini berjalan di bawah naungan Majelis Tabligh PDM Semarang. Melalui wadah tersebut, RAGMINI berfungsi sebagai instrumen literasi digital agar masyarakat terhindar dari pemahaman agama yang dangkal.
Pada akhirnya, keberadaan AI Fikih Muhammadiyah memberikan umat sebuah benteng digital yang andal. Platform ini memastikan setiap jawaban keagamaan selalu berdasar pada manhaj yang sahih, teruji, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Kontributor: Adib Abyan Alb
Editor: Akmal



