Berita

Khutbah Jumat di Alam Terbuka Gunung Telon, Relawan MDMC Jawa Tengah Resapi Pesan Ta’awun

PWMJATENG.COM, PURWOREJO — Suasana berbeda mewarnai pelaksanaan salat Jumat dalam rangkaian Diklatsar Madya MDMC Jawa Tengah. Selain itu, para relawan bencana Muhammadiyah juga menggelar ibadah di tengah alam terbuka kawasan Gunung Telon, Bener, Purworejo, Jumat (25/9/2026).

Pelatihan SAR ini berlangsung selama lima hari sejak Rabu hingga Ahad (23–27/9/2026). Di samping mengasah fisik, para peserta juga mendapat pembekalan spiritual untuk menghadapi berbagai situasi kedaruratan.

Penguatan Spiritual di Tengah Latihan SAR

Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Fachri Al Faqih, S.H., bertindak sebagai imam sekaligus khatib Jumat. Guru Ponpes Darul Arqom Muhammadiyah Bayan ini kemudian menyampaikan khutbah bertema Ta’awun atau tolong-menolong.

Lewat khutbah itu, ia secara khusus mengaitkan nilai-nilai keislaman dengan tugas kemanusiaan. Oleh karena itu, di tengah medan latihan SAR yang menantang, Fachri mengingatkan bahwa aktivitas kebencanaan merupakan bentuk pengamalan nilai agama.

Selanjutnya, Fachri mengawali khutbah dengan ajakan meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Sebab, ketakwaan menjadi bahan bakar utama keikhlasan relawan MDMC Jawa Tengah saat menapaki jalan kemanusiaan.

“Kemampuan teknis hasil pelatihan harus berjalan seiring dengan kekuatan spiritual. Dengan demikian, tugas kemanusiaan tidak kehilangan orientasi pengabdian,” ujar Fachri.

Menjaga Lingkungan sebagai Manifestasi Iman

Sementara itu, dalam materi khutbahnya, Fachri mengutip Surah Al-Baqarah ayat 155 tentang ujian kehidupan. Menurutnya, pesan Al-Qur’an tersebut sangat relevan dengan tugas relawan yang kerap berhadapan dengan risiko tinggi.

Selain itu, ia juga menyitir Surah Ar-Rum ayat 41 mengenai kerusakan alam akibat ulah manusia. Melalui pesan ini, ia mendorong relawan MDMC Jawa Tengah untuk terus membangun kesadaran menjaga lingkungan hidup.

“Mencintai dan merawat lingkungan merupakan manifestasi iman secara nyata,” tegas Fachri di hadapan peserta Diklatsar Madya.

Bahkan, ia mengutip hadis riwayat Bukhari dan Muslim tentang keutamaan menanam pohon. Jadi, menjaga bumi tidak hanya berfokus pada respons darurat saat bencana, tetapi juga mencakup edukasi pencegahan secara berkelanjutan.

Oleh sebab itu, Fachri menegaskan bahwa edukasi kebencanaan serta kesiapsiagaan menghadapi musibah merupakan bentuk jihad kemanusiaan masa kini.

Ta’awun dan Dakwah Nyata Muhammadiyah

Pada bagian lain, konsep ta’awun menjadi pilar utama dalam aktivitas kerelawanan. Pasalnya, ketika bencana menerpa, masyarakat membutuhkan kehadiran orang-orang yang siap membantu dan bekerja sama.

Bagi relawan MDMC Jawa Tengah, panggilan kemanusiaan bukan sekadar tugas organisasi biasa. Sebaliknya, aksi nyata ini menjadi syiar ibadah yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Relawan justru bergerak menuju lokasi bencana ketika orang lain memilih menjauh demi keselamatan. Sebab, mereka harus menembus area banjir, mendirikan posko, hingga melakukan pencarian korban,” tutur Fachri.

Kemudian, ia merujuk hadis riwayat Muslim tentang keutamaan meringankan kesusahan orang lain. Maka dari itu, kiprah MDMC Jawa Tengah dalam merawat alam dan menolong korban bencana menjadi bukti dakwah nyata Muhammadiyah yang inklusif.

Membentuk Karakter Relawan Tangguh

Pada akhirnya, pelaksanaan salat Jumat di alam terbuka memberikan ruang refleksi spiritual bagi seluruh peserta Diklatsar Madya. Meskipun berada di tengah latihan navigasi dan ketahanan fisik, para peserta tetap mendapat penguatan etika kemanusiaan.

Akhirnya, Fachri menutup khutbahnya dengan memanjatkan doa keselamatan bagi para relawan dan bangsa Indonesia. Ia berharap seluruh peserta mampu menjaga konsistensi pengabdian setelah pelatihan berakhir.

Dengan demikian, momentum salat Jumat di Gunung Telon ini mempertegas bahwa Diklatsar Madya MDMC Jawa Tengah tidak sekadar melatih keterampilan SAR. Hasilnya, kegiatan ini berhasil membentuk relawan yang tangguh secara fisik, terampil di lapangan, serta memiliki kesadaran spiritual yang kuat.

Kontributor: Akhmad Maulidin M
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *