Tim Sang Surya Mahasiswa UMS Sabet Tiga Penghargaan Kompetisi Nasional di Udayana
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Mahasiswa UMS kembali mengukir prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tim Sang Surya Universitas Muhammadiyah Surakarta sukses memboyong tiga penghargaan sekaligus dalam ajang Nusantara Creative Competition 4 di Universitas Udayana, Bali, Sabtu (19/9/2026).
Satu tim gabungan ini membawa pulang medali perak, medali perunggu, dan predikat poster favorit. Oleh karena itu, Arkan Makarim Ahmad selaku ketua tim memimpin lima rekan sejawatnya dari lintas disiplin ilmu. Mereka mengombinasikan keahlian dari Program Studi Manajemen, Bisnis Digital, Teknik Industri, hingga Teknik Informatika.
Selanjutnya, dalam ajang kompetisi esai tersebut, para mahasiswa UMS mengusung karya inovatif bertajuk ASAFA Tech. Gagasan ini hadir karena keprihatinan mendalam terhadap krisis kualitas udara perkotaan yang terus memburuk di Indonesia. Akibatnya, konsentrasi partikel berbahaya PM2.5 di area urban kerap melampaui batas aman WHO sehingga memicu lonjakan kasus ISPA.
Arkan menjelaskan bahwa ASAFA Tech bekerja sebagai perangkat filtrasi portabel aktif berteknologi berlapis. Perangkat ini membawa dua unit filtrasi simetris yang menyesuaikan bentuk anatomi hidung secara presisi. “Sebab, alat ini berbeda dari masker medis biasa yang cuma mengandalkan saringan pasif,” ujar Arkan, Senin (21/9/2026).
Sistem Kerja dan Keunggulan ASAFA Tech
Selain itu, perangkat filtrasi inovatif tersebut memakai saringan jaring logam guna menangkap debu besar PM10. Tim mahasiswa UMS juga melengkapinya dengan filter membran HEPA 13 untuk menyaring partikel mikroskopis PM2.5. Kemudian, media adsorben karbon aktif turut menyaring gas berbahaya seperti SO2 dan NO2.
Namun demikian, keunggulan utama ASAFA Tech terletak pada integrasi sistem sterilisasi udara Dual UV-C. Perangkat ini memanfaatkan impeller kipas berdaya baterai yang dapat pengguna isi ulang lewat port USB-C. Dengan demikian, sistem ventilasi aktif tersebut menyedot udara kotor secara efektif, lalu mengalirkan udara bersih tanpa menimbulkan rasa pengap.
Oleh sebab itu, inovasi ini membidik kelompok rentan seperti anak-anak, penderita asma, hingga pekerja jalanan. Akhirnya, sinergi rekayasa teknik dan strategi bisnis dari para mahasiswa UMS berhasil memikat perhatian dewan juri saat sesi presentasi.
Para juri menilai kelayakan ide ilmiah, kebaruan inovasi, serta ketajaman argumen peserta. Maka dari itu, Arkan berharap capaian tiga penghargaan ini mempertegas komitmen kampus dalam mendukung riset kolaboratif. “Oleh karena itu, kami berharap karya ini terus berkembang hingga tahap prototipe agar mampu memberi solusi nyata bagi masyarakat,” pungkas Arkan.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



