Berita

Uji Kemampuan Klinis Tingkat Lanjut, Angkatan Pertama Spesialis KMB UNIMUS Resmi Jalani OSCE

PWMJATENG.COMSEMARANG – Sebanyak 12 mahasiswa angkatan pertama Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS menuntaskan Objective Structured Clinical Examination (OSCE) di Laboratorium Keperawatan Gedung NRC Lantai 3 Fikkes UNIMUS, Semarang. Ujian praktik klinis tingkat lanjut ini menjadi salah satu tahapan penting menuju penyelesaian pendidikan dan perolehan gelar Spesialis Keperawatan Medikal Bedah (Sp.Kep.MB).

Pelaksanaan ujian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan klinis, penalaran cepat, serta komunikasi terapeutik. Oleh karena itu, melalui skenario simulasi yang menyerupai kondisi pelayanan nyata, para peserta harus mengambil keputusan medis secara tepat, aman, dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Sementara itu, Ketua Program Studi Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS, Dr. Ns. Yunie Armiyati, S.Kep., M.Kep., Sp.Kep.MB., menjelaskan bahwa OSCE merupakan bagian dari rangkaian evaluasi komprehensif. Selain ujian praktik ini, mahasiswa wajib menyelesaikan Computer Based Test (CBT) serta Ujian Karya Ilmiah Akhir Spesialis (KIAS).

“Rangkaian evaluasi berlapis ini memastikan lulusan Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS memiliki penguasaan akademik kuat sekaligus performa klinis yang tangguh. Sebab, kami menyiapkan lulusan spesialis ini untuk memberikan asuhan keperawatan tingkat lanjut pada pasien dengan penyakit akut hingga kronis yang sangat kompleks,” ujar Yunie.

Gandeng RSUP Dr. Kariadi dan Pasien Standar

Di sisi lain, penggunaan klien atau pasien standar menjadi bagian penting yang membuat atmosfer ujian berjalan dinamis. Para peserta berhadapan langsung dengan aktor pasien yang memperagakan indikasi klinis sesuai skenario. Akibatnya, situasi ini memaksa calon perawat spesialis untuk berpikir cepat, menentukan prioritas tindakan, dan memberikan edukasi secara profesional.

Guna menjaga objektivitas penilaian, pihak panitia melibatkan praktisi eksternal dari RSUP Dr. Kariadi Semarang bersama tim penguji internal kampus. Kolaborasi ini berhasil menyelaraskan kompetensi akademik dengan kebutuhan standar pelayanan di fasilitas kesehatan rujukan. Dengan demikian, penguji dapat mengukur kualitas lulusan Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS secara transparan.

Selanjutnya, para peserta ujian menyambut positif jalannya evaluasi berbasis praktik tersebut. Zuniati, mahasiswa peminatan keperawatan onkologi, menyampaikan bahwa persiapan matang menjadi kunci utama dalam menghadapi rangkaian simulasi klinis ini.

“Alhamdulillah ujian berjalan lancar. Bagaimanapun, pengalaman menghadapi pasien standar ini menguji kesiapan mental dan keahlian kami dalam merespons kondisi darurat secara terstruktur,” ungkap Zuniati.

Siapkan Perawat Ahli untuk Layanan Kesehatan Modern

Tingginya kompleksitas masalah kesehatan masyarakat saat ini menuntut keberadaan perawat dengan keahlian spesifik. Oleh sebab itu, kombinasi ujian OSCE, CBT, dan KIAS menjadi pilar utama penetapan standar mutu bagi program Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS.

Pada akhirnya, penerapan sistem evaluasi komprehensif ini akan melahirkan tenaga kesehatan yang handal. Lulusan Spesialis Keperawatan Medikal Bedah UNIMUS siap berkontribusi dalam mengoptimalkan pelayanan keperawatan, menerapkan praktik berbasis bukti, serta meningkatkan mutu keselamatan pasien di rumah sakit.

Kontributor: Prima Trisna Aji
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *