Cegah Hoaks, Dosen UMS Dorong Literasi Digital Anak dan Guru di Malaysia
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat literasi digital anak dan guru di Malaysia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berlangsung di Sanggar Belajar (SB) Kepong, Malaysia. Langkah tersebut bertujuan membentengi komunitas setempat dari ancaman hoaks dan cyberbullying.
Tim dosen UMS merancang program ini secara khusus. Mereka ingin meningkatkan kapasitas para pengajar. Selain itu, mereka melatih anak-anak Indonesia dalam menyaring informasi digital secara bijak.
Ancaman Misinformasi di Ruang Digital
Ketua Tim Pengabdian UMS, Dr. Dian Purworini, memberikan penjelasannya. Ia menyebut anak sekolah dasar sangat rentan terhadap konten negatif. Risiko ini meliputi misinformasi, disinformasi, hingga aksi rundungan di media sosial.
“Anak-anak makin rentan terhadap konten menyesatkan dan meme bullying. Pengabdian ini memberikan panduan bagi guru. Guru dapat menyelipkan edukasi literasi dalam pembelajaran harian,” ujar Dian pada Sabtu (19/9/2026).
Tim pengabdian mengenalkan prinsip “SARING sebelum Sharing”. Prinsip ini mengajarkan anak-anak untuk berhenti sejenak. Mereka harus memeriksa kebenaran informasi sebelum mengunggahnya ke media sosial.
Metode Interaktif dan Penyerahan Modul
Tim UMS juga menerapkan metode permainan yang interaktif. Anggota tim, Riski Apriliani dan Rona Rizkhy Bunga Chasana, mengajak siswa bermain serta berdialog. Cara ini membuat pemahaman literasi digital anak dan guru di Malaysia makin menyenangkan.
Setelah sesi siswa, tim UMS menggelar diskusi bersama para pengajar. Mereka menyerahkan Modul dan Poster Literasi Informasi. Perangkat ini menjadi panduan pembelajaran berkelanjutan di SB Kepong.
Kepala Sekolah SB Kepong, Afif, menyambut hangat inisiatif UMS. Guru SB Kepong, Renggo, juga menyampaikan hal senada. Ia mengaku sekolahnya belum pernah menerima pelatihan edukasi media digital.
Melalui program ini, dosen UMS berharap literasi digital anak dan guru di Malaysia terus meningkat. Seluruh warga sekolah dapat tumbuh menjadi pengguna media sosial yang kritis dan bertanggung jawab.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal



