Berita

Pascasarjana UMS Sambut Ratusan Mahasiswa Baru, Tekankan Etika AI dan Tanggung Jawab Intelektual

PWMJATENG.COMSURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan Orientasi Mahasiswa Baru Pascasarjana UMS tahun akademik 2026/2027 pada Sabtu (12/9/2026). Kegiatan di Gedung Pascasarjana Lantai 5 UMS ini menandai awal masa akademik bagi Program Magister dan Doktor UMS.

Sebanyak 403 mahasiswa baru UMS jenjang Magister dan 109 mahasiswa jenjang Doktor menghadiri acara secara langsung. Para peserta datang dari berbagai wilayah Indonesia hingga mancanegara. Mereka mengikuti orientasi ini untuk mengenali layanan akademik sekaligus memahami arah studi kuliah Pascasarjana UMS.

Direktur Direktorat Pascasarjana UMS, Prof. Dr. M. Farid Wajdi, menyambut hangat seluruh peserta. Ia mencatat jumlah pendaftar pendaftaran Pascasarjana UMS 2026 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Momen ini menjadi langkah awal para akademisi untuk menapaki jenjang studi yang lebih tinggi.

Tanggung Jawab Intelektual di Jenjang Pascasarjana UMS

Prof. Farid menegaskan bahwa kuliah Pascasarjana UMS menuntut tanggung jawab intelektual yang tinggi. Mahasiswa tidak hanya mengejar gelar akademik, tetapi juga harus memperdalam keintelektualan diri. Mahasiswa Doktor secara khusus harus membangun pengetahuan baru demi kemajuan peradaban.

Dunia saat ini menghadapi tantangan kompleks seperti dinamika geopolitik, digitalisasi, dan ketidakpastian ekonomi. Kampus mendorong seluruh mahasiswa Pascasarjana UMS untuk memberikan solusi nyata atas isu-isu tersebut. Pimpinan kampus juga siap mendampingi proses belajar melalui dialog aktif antara mahasiswa dan dosen.

Integrasi nilai iman, ilmu, dan amal menjadi landasan utama pembelajaran di Pascasarjana UMS. Nilai-nilai ini membentuk pilar karakter agar lulusan memiliki integritas, kedalaman ilmu, serta pemikiran kritis.

Antusiasme Mahasiswa Asing dan Pemanfaatan Teknologi AI

Suasana orientasi makin meriah saat perwakilan mahasiswa asing memperkenalkan diri. Mahasiswa baru UMS ini berasal dari Timor Leste, Thailand, Kamboja, hingga negara-negara di benua Afrika. Kehadiran mereka memperkuat iklim akademik internasional di lingkungan kampus.

Sementara itu, Wakil Rektor I UMS, Prof. Ihwan Susila, menyampaikan tiga nilai utama kampus, yaitu humanisasi, liberasi, dan transendensi. Ia menekankan bahwa pendidikan menjadi sarana pembebasan dari kebodohan, sedangkan nilai transendensi meletakkan tawakal sebagai pusat tujuan kehidupan.

Prof. Ihwan juga mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak dalam studi Pascasarjana UMS. Ia meminta mahasiswa memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kompetensi riset. Mahasiswa harus menyaring setiap informasi AI secara kritis agar kualitas akademik tetap terjaga.

UMS terus berkomitmen menjaga transformasi pendidikan melalui tiga pilar utama: mutu, fleksibilitas, dan kekuatan riset. Langkah ini memastikan setiap lulusan Pascasarjana UMS memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Kontributor: Affiq
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *