Mahasiswa UMS Tingkatkan Literasi Digital Anak di Boyolali Lewat Pelatihan Canva
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Tim PKM-PM Pelita Jiwa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pelatihan desain grafis bertajuk Exploring Digital Influence di Rumah Anak Yatim Arrahmah, Boyolali. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan literasi digital anak agar mereka bijak dan produktif saat memanfaatkan media sosial.
Melalui program edukatif ini, para mahasiswa membimbing anak-anak panti untuk menggunakan gawai secara positif. Selain itu, para peserta diajak membuat poster kampanye bertema “Stop Bullying” menggunakan aplikasi Canva setelah menerima pemahaman dasar etika berinternet.
Ubah Fungsi Gawai Jadi Lebih Produktif
Ketua Tim PKM-PM Pelita Jiwa UMS, Umma Farida Baazar, menyampaikan bahwa peningkatan literasi digital anak sangat krusial untuk mencegah dampak negatif media sosial, seperti cyberbullying. Oleh sebab itu, Tim UMS ingin mendorong anak-anak beralih dari sekadar konsumen konten pasif menjadi pembuat karya yang menyebarkan kebaikan.
Dalam prosesnya, peserta merancang poster anti-perundungan secara mandiri di ponsel masing-masing. Anggota tim kemudian membimbing mereka mengenali fitur Canva, memilih kombinasi warna, menyusun tata letak, hingga merangkai kalimat ajakan yang komunikatif.
Sampaikan Pesan Moral Melalui Desain
Sementara itu, dosen pembimbing Ika Candra Sayekti, S.Pd., M.Pd., turut mendampingi pelatihan yang berlangsung interaktif di saung ramah lingkungan tersebut. Lima mahasiswa yang tergabung dalam tim pengabdian juga memberikan panduan teknis secara intensif kepada seluruh peserta.
Anak-anak mengikuti kegiatan dengan antusias sambil mengeksplorasi ide visual pada layar gawai. Hasilnya, poster digital buatan mereka berhasil memuat ajakan moral untuk saling menghargai teman serta menghentikan aksi saling mengejek di dunia maya.
Gunakan Karya Visual untuk Edukasi Sebaya
Di sisi lain, salah satu peserta mengaku senang karena kini bisa membuat poster sendiri lewat ponselnya. Bahkan, ia berencana membagikan karya tersebut ke akun media sosialnya agar bisa mengingatkan teman-teman yang lain.
Sebagai langkah keberlanjutan, tim pengabdian akan memublikasikan poster karya peserta di media sosial dan mencetaknya untuk sudut edukasi komunitas. Dengan demikian, karya tersebut dapat menjadi sarana edukasi sebaya (peer education) yang menginspirasi. Integrasi kreativitas visual dan edukasi moral ini akhirnya diharapkan mampu memperkuat literasi digital anak secara berkelanjutan.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



