Berita

Masjid preneur Purwokerto Ubah Pemuda Masjid Jadi Kreator Digital

PWMJATENG.COM, PURWOKERTO – Tim Universitas Muhammadiyah Purwokerto meluncurkan program Masjidpreneur Purwokerto di Masjid 17 Purwokerto untuk mendampingi jamaah dan pemuda setempat. Inovasi ini mengubah pemanfaatan media sosial harian jamaah menjadi sarana ekonomi produktif berbasis pemasaran digital.

Dukungan penuh program ini datang dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun pendanaan 2026. Havidz Cahya Pratama memimpin tim pengabdian ini bersama akademisi lintas disiplin UMP.

Fasilitas Studio Bisnis Digital dan Inkubasi Usaha

Inisiatif Masjidpreneur Purwokerto memilih lokasi ini karena keberadaan Cafe Kemakmuran yang sudah aktif. Pengelola memfungsikan kafe tersebut sebagai ruang inkubasi bisnis dan wadah belajar kewirausahaan jamaah.

Tim pengabdian meresmikan Studio Bisnis Digital untuk mendukung produksi konten promosi pada Jumat, 4 September 2026. Fasilitas modern ini membantu Pemuda Masjid membuat foto dan video produk yang menarik.

Sebelumnya, tim menggelar Pelatihan Host Live Marketing Digital pada 21 Agustus 2026. Pemateri Tegar Roli Anugrafianto membekali peserta dengan keterampilan affiliate marketing serta teknik produksi konten.

Sinergi Akademisi Dorong Kemandirian Ekonomi Umat

Empat narasumber ahli mengisi Seminar Masjidpreneur di lokasi acara. Safitri Mukarromah memaparkan konsep bisnis halal, sementara Ns. Nurul F. Fitriana mengulas strategi affiliate marketing untuk Gen Z.

Havidz Cahya Pratama menekankan pentingnya pendidikan Islam dalam membangun jiwa wirausaha. Sementara itu, M. Hanif Prasetya Adhi membagikan panduan praktis mengakses pendanaan bisnis kementerian.

Program Masjidpreneur Purwokerto menetapkan target capaian yang sangat terukur. Sebanyak 80 persen peserta wajib menguasai etika media digital dan memproduksi minimal 10 konten promosi.

Penyelenggara juga menargetkan 70 persen pemuda mampu mengelola pembukuan keuangan usaha secara mandiri. Langkah nyata ini mendukung pencapaian target Sustainable Development Goals (SDGs) di daerah.

Kontributor: Chy
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *