Inspiratif! Psikologi UMS Dampingi Orang Tua Anak Berkebutuhan Khusus Rancang Masa Depan

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kini memperkuat pendampingan bagi orang tua anak berkebutuhan khusus melalui program Family Futures Planning. Langkah nyata ini mewujud dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Parenting Sahabat Pawestri” di SLB Pawestri Karanganyar. Oleh karena itu, tim pakar menghadirkan pola pengasuhan terencana agar keluarga siap memetakan kemandirian, pendidikan, hingga karier anak disabilitas sejak dini.
Solusi Jangka Panjang Pengasuhan ABK
Narasumber PkM UMS, MB. Sudinadji, S.Psi., M.Psi., menegaskan bahwa pendampingan anak berkebutuhan khusus tidak boleh berhenti pada kebutuhan masa sekarang. Sebaliknya, orang tua perlu menyusun peta jalan kehidupan anak secara realistis, bertahap, dan berkelanjutan.
“Masa depan anak berkebutuhan khusus tidak hanya ditentukan oleh layanan sekolah. Namun, kesiapan keluarga dalam mengenali potensi, membangun kemandirian, serta memperluas dukungan sosial menjadi kunci utama,” ujar Sudinadji pada Rabu (9/9/2026).
Melalui pendekatan ini, keluarga diajak mengubah cara pandang pengasuhan secara mendasar. Dengan demikian, perencanaan masa depan bukan lagi langkah mendesak saat anak lulus sekolah, melainkan proses panjang yang harus berawal dari rumah.
Bukti Nyata Lewat Sosok Role Model Tuli
Selain materi teoritis, sisi menarik dari program parenting anak berkebutuhan khusus ini adalah kehadiran Alya Sausan Rahmadina, S.Ds., sebagai role model. Sosok penyandang tuli tersebut membuktikan keberhasilannya meraih gelar sarjana Desain Komunikasi Visual (DKV) hanya dalam waktu 3,5 tahun.
Saat ini, Alya aktif berkarier sebagai fotografer, pantomim, serta aktivis inklusi keberagaman. Hasilnya, kehadiran Alya memberikan dorongan moral nyata bagi para orang tua murid di SLB Pawestri Karanganyar.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Psikologi UMS, Dr. Lisnawati Ruhaena, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyambut positif kolaborasi tersebut. Ia menilai pengabdian masyarakat harus menjawab kebutuhan faktual, terutama dalam membuka wawasan keluarga ABK. Lebih lanjut, kegiatan ini juga melibatkan tiga mahasiswa UMS sebagai sukarelawan untuk memperluas pengalaman praktis penanganan isu inklusi.
Sebab itulah, Kepala SLB Pawestri, Fuji Harjanti, S.Pd., menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian akademisi UMS. Pihak sekolah berharap sinergi ini terus berlanjut demi mendukung kemandirian anak berkebutuhan khusus di masa depan.
Kontributor: Maysali
Editor: Akmal



