Berita

59 Mahasiswa Internasional UMS 2026 Resmi Bergabung, Perkuat Reputasi Global UMS

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta menyambut sebanyak 59 mahasiswa internasional UMS 2026 dalam pembukaan Masa Ta’aruf (Masta) Penyambutan Mahasiswa Baru (PMB). Kehadiran para mahasiswa asing dari jenjang sarjana, magister, hingga doktoral ini memperkuat posisi UMS sebagai perguruan tinggi yang berreputasi internasional di Surakarta.

Wakil Rektor V UMS, Prof. Supriyono, Ph.D., menegaskan pentingnya wawasan global bagi seluruh civitas akademika. Menurut Supriyono, batas antarnegara yang semakin samar menuntut mahasiswa untuk memiliki pola pikir sebagai warga dunia (global citizen).

“UMS mengundang banyak mahasiswa asing dalam rangka memberi wawasan global. Kuncinya, kita saling menghormati perbedaan tersebut,” ujar Supriyono pada Kamis (3/9/2026).

Supriyono menambahkan, interaksi lintas budaya ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa lokal. Melalui komunikasi dengan warga asing dari berbagai latar belakang, mahasiswa UMS dapat memperluas pandangan akademik secara nyata.

Kisah Penerima Beasiswa Asal Mozambik dan Sierra Leone

Kehadiran mahasiswa internasional UMS 2026 ini membawa banyak cerita menarik dari berbagai penjuru dunia. Diane Esrael Seba, mahasiswa Magister Akuntansi asal Mozambik, tampil anggun mengenakan pakaian adat khas negaranya, kapulana.

Diane mengaku mantap memilih UMS karena melihat reputasi universitas tersebut di tingkat nasional. Informasi mengenai program Beasiswa International Priority Scholarship (IPS) ia dapatkan dari koleganya yang lebih dulu berkuliah di Solo.

“Saya mendaftar ke UMS karena kampus ini merupakan universitas swasta terbaik di Indonesia. Selain itu, lingkungannya sangat ramah bagi mahasiswa asing,” kata Diane.

Cerita serupa datang dari Osman Turay, mahasiswa program Sarjana Manajemen asal Sierra Leone, Afrika Barat. Osman menempuh perjalanan sangat jauh ke Indonesia setelah berhasil meraih Beasiswa Kemitraan Negara Berkembang (KNB).

Osman mengenal reputasi UMS dari paman kandungnya yang juga merupakan alumni penerima Beasiswa KNB UMS. Pengalaman positif sang paman meyakinkan Osman untuk menuntut ilmu di universitas swasta terbaik di Solo ini.

Keramahan Masyarakat Solo Pikat Mahasiswa Asing

Selain faktor kualitas pendidikan, iklim sosial Kota Surakarta memberikan kesan mendalam bagi para mahasiswa asing. Diane merasa langsung betah beraktivitas karena sambutan hangat dari warga lokal.

“Orang-orang di Solo sangat ramah. Mereka menyambut mahasiswa asing dengan baik, sehingga saya merasa seperti di rumah sendiri,” tutur Diane penuh antusias.

Senada dengan Diane, Osman mengagumi keramahan masyarakat Indonesia sejak pertama kali mendarat. Osman menilai suasana Kota Solo dan lingkungan akademik UMS sangat mendukung proses belajarnya.

“Masyarakat Surakarta sangat menyambut hangat kami. Ini adalah salah satu kota terbaik, dan UMS merupakan kampus yang luar biasa,” puji Osman.

Kehadiran 59 mahasiswa internasional UMS 2026 ini menandai langkah nyata UMS dalam memperluas jejaring pendidikan berstandar internasional. Interaksi harmonis antarbudaya ini tidak hanya memperkaya pengalaman belajar, tetapi juga mencetak lulusan yang siap bersaing di kancah global.

Kontributor: Maysali
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *