Jangan Sampai Jempol Lebih Cepat dari Akal, Peringatan Maulid Nabi di UNIMUS Soroti Literasi Digital
PWMJATENG.COM, SEMARANG — Perkembangan teknologi digital memudahkan akses informasi keagamaan masyarakat. Namun, kemudahan tersebut menuntut kemampuan memilah dan memverifikasi data secara bijak. Oleh karena itu, masyarakat wajib memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya ke media sosial.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Semarang, Dr. H. Fachrur Rozi, M.Ag., menyampaikan pesan tersebut dalam pengajian Kamis pagi. Kegiatan peringatan Maulid Nabi di UNIMUS ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan etika berdigital umat.
Tantangan Dakwah Era AI dan Media Sosial
Fachrur Rozi menyoroti perubahan pola masyarakat dalam menyerap ilmu agama. Dulu umat menimba ilmu melalui majelis taklim dan kitab turats. Saat ini, masyarakat mengandalkan media sosial serta kecerdasan buatan (AI) untuk mencari jawaban keagamaan.
Perubahan tren ini menghadirkan tantangan nyata bagi keotentikan ajaran agama. Pasalnya, banyak konten digital beredar tanpa landasan keilmuan yang kuat. Oleh sebab itu, literasi keagamaan harus berjalan sejajar dengan kecakapan teknologi.
Dalam tausiah peringatan Maulid Nabi di UNIMUS tersebut, prinsip tabayun menjadi penekanan utama. Setiap individu wajib mempertimbangkan dampak sosial sebelum mengunggah narasi apa pun.
“Jangan sampai jempol lebih cepat daripada akal. Jangan sampai kecepatan internet mengalahkan kedalaman ilmu,” tegas Fachrur Rozi di hadapan jamaah.
Peran Kampus dalam Membangun Character Building
Selain itu, beliau mengingatkan etika dalam menyampaikan kebenaran di ruang publik. Seseorang tetap harus bersikap santun dan tidak merendahkan pihak lain saat berargumen. Lebih lanjut, teknologi AI hanyalah alat bantu, bukan otoritas tunggal penentu hukum agama.
Momentum Maulid Nabi di UNIMUS ini sekaligus menegaskan peran akademis kampus. Civitas akademika UNIMUS berkomitmen membangun karakter mahasiswa yang cinta ilmu dan beretika. Langkah ini memperkuat nilai Islam Berkemajuan yang memadukan kemajuan teknologi dengan kedalaman akhlak.
Kontributor: Humas Unimus
Editor: Akmal



