Berita

Lompatan Baru Petani Boyolali: Modernisasi Pertanian Kopi Lewat Smart Farming Berbasis IoT UMS

PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Petani kopi di Desa Seboto, Kecamatan Gladagsari, Boyolali kini resmi mengadopsi teknologi smart farming kopi boyolali berbasis Internet of Things (IoT). Terobosan modernisasi ini hadir lewat kolaborasi erat bersama tim PPK Ormawa HMP PTI Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang merancang greenhouse cerdas secara mandiri.

Pengembangan fasilitas ini berlangsung selama dua minggu secara bertahap. Para mahasiswa merancang struktur utama greenhouse hanya dalam waktu lima hari. Setelah itu, tim melanjutkan pengerjaan dengan memasang jaringan perairan, kelistrikan, serta perangkat sensor digital di area pertanian.

Teknologi sensor ini memantau berbagai parameter vital lahan secara real-time. Sistem akan mengukur kelembapan tanah, suhu udara, hingga tingkat pH tanah secara akurat. Seluruh data tersebut langsung terhubung ke laman situs informasi pertanian yang mudah diakses oleh para petani lokal.

Sistem Otomatisasi dan Pantauan Real-Time

Perwakilan tim HMP PTI UMS, Muhammad Ivan Budi Setiawan, menjelaskan keunggulan fitur iot pertanian ums tersebut pada Rabu (2/9/2026). Perangkat cerdas ini tidak hanya berfungsi sebagai alat pemantau kondisi lahan semata, tetapi juga mengendalikan penyiraman tanaman secara otomatis.

“Sistem akan mengatur debit air penyiraman secara presisi sesuai data kebutuhan riil di lapangan,” ujar Ivan. Keputusan berbasis data ini menjaga kadar air tanaman kopi tetap ideal tanpa membuang pasokan air secara berlebihan.

Hasil pemantauan digital ini mempercepat respon petani terhadap perubahan cuaca maupun gangguan nutrisi tanah. Efisiensi tersebut secara langsung mendongkrak kualitas panen biji kopi lokal Boyolali.

Gotong Royong Modernisasi Pertanian Desa

Proses eksekusi pembangunan greenhouse smart farming seboto ini melibatkan peran aktif warga setempat sejak awal Agustus 2026. Masyarakat bergotong royong bersama mahasiswa mendirikan instalasi rangka hingga merakit perangkat elektronik. Kolaborasi lapangan ini mempererat komunikasi sekaligus mempermudah alih teknologi ke komunitas lokal.

Interaksi langsung di lapangan membantu tim penyusun memahami tantangan nyata para petani. Pendekatan partisipatif ini memastikan teknologi tepat guna dapat beroperasi secara mandiri dan berkelanjutan oleh warga desa.

Pencapaian inovasi petani boyolali ini menandai langkah awal dari implementasi program Seboto Smart Farming 2026. Keberhasilan proyek kolaborasi tersebut membuktikan bahwa integrasi teknologi digital dan sektor pertanian desa mampu berjalan selaras.

Penerapan teknologi modern ini menjadi jawaban konkret atas tantangan iklim dan produktivitas pada budidaya kopi di Boyolali. Sinergi berkelanjutan antara akademisi UMS dan masyarakat Desa Seboto siap mewujudkan ekosistem smart farming kopi boyolali yang lebih adaptif, efisien, serta bernilai ekonomi tinggi.

Kontributor: Maysali
Editor: Akmal

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *