Terapkan Teknologi Tepat Guna, Tim PPK Ormawa IMM Al Haytham UNIMUS Gelar Maggot Aquafeed II di Kelurahan Pringapus
PWMJATENG.COM, KABUPATEN SEMARANG — Tim PPK Ormawa IMM Al Haytham Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) mengenalkan inovasi pakan lele alternatif berbasis maggot BSF di Kelurahan Pringapus, Kabupaten Semarang, Minggu (26/7/2026). Inovasi teknologi tepat guna ini hadir sebagai solusi konkret untuk menekan biaya pakan lele yang kerap menguras kantong para pembudidaya.
Melalui program Maggot Aquafeed II, para mahasiswa mengajari warga mengolah maggot BSF menjadi pelet maggot berkualitas tinggi. Langkah hilirisasi ini langsung menyasar para pengurus Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) setempat.
Menekan Biaya Pakan Lele hingga 22 Persen
Kelurahan Pringapus saat ini mengelola 24 kolam budidaya lele bioflok dengan kapasitas mencapai 3.000 ekor per kolam. Tingginya populasi ikan tersebut otomatis membutuhkan pasokan pakan harian yang sangat besar.
Guna mengatasi beban operasional warga, tim PPK Ormawa UNIMUS menghadirkan kombinasi racikan khusus. Formulasi 50 persen pelet komersial dan 50 persen pelet maggot terbukti mampu memangkas biaya pengadaan pakan hingga 22,74 persen dalam satu siklus panen.
Alur Produksi Pelet Maggot Sederhana
Proses pembuatan pakan lele alternatif ini memanfaatkan mesin pelet aplikatif yang mudah dioperasikan masyarakat. Pelatihan mencakup pengeringan maggot panen, penghalusan, pencampuran bahan, hingga pencetakan pakan secara mandiri.
Penggunaan mesin cetak tersebut menghasilkan pelet berukuran seragam yang mudah disimpan dan didistribusikan. Selain itu, maggot BSF kaya akan kandungan protein tinggi dan dapat berkembang biak dengan mengurai limbah organik rumah tangga.
Dukungan Program LENTERA untuk Kemandirian Warga
Inovasi pengolahan pakan ini merupakan bagian integral dari Program LENTERA (Lele Sejahtera) di bawah bimbingan dosen Dr. Siti Aminah, S.TP., M.Si. Program tersebut mengintegrasikan pengelolaan sampah organik, budidaya maggot, serta optimalisasi sektor perikanan desa.
Penerapan teknologi tepat guna sederhana ini membuktikan bahwa solusi nyata tidak selalu membutuhkan sistem yang rumit. Lewat pemanfaatan bahan lokal, warga Pringapus kini mampu meningkatkan efisiensi dan kemandirian ekonomi secara berkelanjutan.
Kontributor: IMM Al Haytham UNIMUS
Editor: Akmal



