Inovasi HidroponikMu Muhammadiyah Surakarta Curi Perhatian di Expo CRM Jateng 2026
PWMJATENG.COM, JEPARA — Inovasi HidroponikMu Muhammadiyah Surakarta sukses mencuri perhatian dalam ajang Expo CRM Jawa Tengah 2026. Pameran berlokasi di SD Muhammadiyah Blimbingrejo Jepara. Acara ini berlangsung selama dua hari pada 8–9 Agustus 2026.
Ketua PWM Jawa Tengah, KH Tafsir, memberi apresiasi langsung saat mengunjungi stan pameran. Ia mengagumi keterpaduan antara Masjid Nurul Hidayah Mojo dan program HidroponikMu Muhammadiyah Surakarta. Model ini layak menjadi contoh bagi daerah lain.
Ketua LPCRPM PDM Surakarta, Sumanto, menegaskan komitmen organisasinya dalam memajukan ekonomi warga. Program usaha tani perkotaan ini telah tumbuh pesat sejak tahun 2020. Hasilnya memberi manfaat nyata bagi pergerakan dakwah.
Mengubah Lahan Tidur Jadi Wakaf Produktif
Inisiatif HidroponikMu Muhammadiyah Surakarta berawal dari masa pandemi COVID-19 pada tahun 2020. Saat itu, para kader di PRM Jebres Timur memanfaatkan lahan wakaf menganggur. Mereka mengubah tanah kosong menjadi kebun hijau bernilai ekonomis.
Usaha kreatif tersebut membuahkan prestasi membanggakan. Program ini meraih Juara 1 Lomba Vlog LPCRPM PP Muhammadiyah pada tahun 2022. Kini, kebun hidroponik tersebut mampu memenuhi permintaan pasar komersial secara berkelanjutan.
Inisiator program, Teguh Wahyudi, menjelaskan bahwa panen sayur segar berlangsung setiap hari. Pengelola memanen selada, bayam, kangkung, pakcoy, hingga kale. Seluruh hasil panen langsung masuk ke jaringan restoran di Kota Solo.
Pusat Edukasi dan Riset Pertanian Perkotaan
Kebun HidroponikMu Muhammadiyah Surakarta kini berkembang menjadi pusat edukasi dan riset pertanian. Banyak mahasiswa dari prodi Pertanian, Perkebunan, dan Agribisnis memilih tempat ini. Mereka datang untuk menjalani program magang, PKL, maupun KKN.
Kegiatan sosial juga menjadi pilar utama dalam gerakan ini. Setiap hari Jumat, pengelola membagikan sayur segar secara gratis. Pembagian ini menyasar para jamaah masjid dan santri pondok pesantren.
Antusiasme pengunjung yang tinggi selama expo menunjukkan potensi besar model bisnis ini. Banyak pengurus dari berbagai daerah tertarik memelajari sistem tersebut. Mereka ingin menerapkan program wakaf produktif serupa di wilayah masing-masing.
Kontributor: Wahyudi
Editor: Al-Afasy



