Tembus Final CRM Jateng 2026, PRM Singasari Banyumas Bawa 8 Produk UMKM ke Jepara
PWMJATENG.COM, BANYUMAS — Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Singasari mencetak prestasi membanggakan. Kontingen asal Karanglewas ini resmi melaju ke babak 9 Besar Final Cabang Ranting Masjid (CRM) Jateng 2026. Mereka siap bertanding mewakili Kabupaten Banyumas di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Blingbingrejo, Nalimsari, Jepara.
Keberhasilan ini menjadi kado manis atas konsistensi pembinaan jemaah selama 72 tahun sejak 1953. Saat ini, PRM Singasari mengelola 1.500 jemaah serta beragam amal usaha, mulai dari masjid, PAUD, hingga layanan sosial masyarakat. Untuk berlaga di CRM Jateng 2026, pengurus mendampingi 25 kader pilihan yang telah menjalani pelatihan intensif.
Pamerkan Produk UMKM Unggulan Banyumas
Tak hanya berkompetisi, kontingen Banyumas juga memamerkan karya ekonomi warga. Mereka memboyong 8 produk UMKM khas Banyumas pada Expo Produk Unggulan Muhammadiyah Jawa Tengah. Produk olahan ibu-ibu Aisyiyah tersebut meliputi Kripik Jaher, Ampyang Ketan, hingga Biang Jahe.
Ketua PCM Karanglewas, H. Nardjo, mengapresiasi pencapaian tersebut. Ia menilai masuknya ranting ini ke babak final CRM Jateng 2026 membuktikan geliat dakwah yang nyata. Menurutnya, ranting desa mampu berdaya di bidang ibadah, sosial, maupun ekonomi.
“Alhamdulillah, PRM Singasari masuk finalis CRM Jawa Tengah. Ini bukti kebersamaan 72 tahun secara istikamah. Kami hadir lewat karya dan pengabdian dari desa untuk Jawa Tengah,” ujar Nardjo.
Dakwah Ekonomi dari Desa untuk Jawa Tengah
Senada dengan hal itu, Ketua PRM Singasari, Muhammad Ghozi, menyampaikan rasa syukurnya. Ia menegaskan keberangkatan 25 kader dan pameran produk UMKM merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga nama baik daerah.
Sementara itu, Ketua PRA Singasari, Irmayati Nur Wahidah, menekankan pentingnya peran perempuan. Keikutsertaan Aisyiyah dalam ajang CRM Jateng 2026 menjadi simbol gerakan dakwah ekonomi yang menyasar kesejahteraan keluarga.
Lolosnya ranting ini ke tingkat provinsi menegaskan keberhasilan pembinaan berjangka panjang. Langkah 25 kader di Jepara menjadi bukti bahwa gerakan Muhammadiyah Jawa Tengah terus hidup dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat luas.
Kontributor: Tarqum Aziz
Editor: Al-Afasy



