Berita

Angkat Potensi Lokal, UMS Gandeng Pemkab Boyolali Dorong Pembangunan Desa

PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta menggelar audiensi resmi bersama Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk menguatkan kolaborasi pemberdayaan masyarakat. Langkah strategis ini menjadi pijakan awal UMS menggandeng Pemkab Boyolali mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.

Direktur DKPTI UMS, Ir. Ahmad Kholid Alghofari, S.T., M.T., menyatakan bahwa UMS berhasil meloloskan lima tim PPK Ormawa pada tahun ini. Oleh karena itu, perolehan hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut menempatkan UMS sebagai salah satu penerima pendanaan terbanyak secara nasional.

Selain itu, ia menegaskan bahwa program ini menjadi laboratorium pembelajaran nyata bagi para mahasiswa. Sebab, saat UMS menggandeng Pemkab Boyolali mendorong pembangunan desa, mahasiswa terjun langsung ke lapangan guna memetakan potensi wilayah sekaligus merancang solusi bagi masyarakat.

Inovasi Mahasiswa di Desa Mitra

Pada tingkat tapak, Tim IMM Fakultas Ilmu Kesehatan menginisiasi program Musuk Ibupreneur Village di Desa Musuk. Melalui program tersebut, mereka mentransformasi ibu rumah tangga menjadi wirausaha kreatif berbasis olahan alpukat dan susu.

Sementara itu, IMM Fakultas Psikologi menghadirkan program Catur CERDAS di Desa Catur. Dengan demikian, program ini menguatkan sektor pertanian, literasi masyarakat, digitalisasi UMKM, hingga kesehatan mental warga setempat.

Selaras dengan hal tersebut, HMP Pendidikan Teknik Informatika menerapkan teknologi Internet of Things melalui Seboto Smart Farming di Desa Seboto. Hasilnya, mahasiswa dapat mendampingi petani dalam pemantauan bibit kopi secara digital berbasis data.

Komitmen Keberlanjutan Pembangunan

Menanggapi inisiatif tersebut, Kepala Bapperida Kabupaten Boyolali, Drs. Khusnul Hadi, M.M., menyambut positif kolaborasi strategis ini. Oleh sebab itu, pihaknya berharap seluruh kegiatan mahasiswa dapat selaras dengan agenda prioritas pembangunan daerah.

Di sisi lain, Kasubdit Talenta, Inovasi, dan Prestasi DKPTI UMS, Muhammad Al Fatih Hendrawan, S.T., M.T., menjelaskan bahwa program ini berjalan selama empat bulan sejak Juli hingga Oktober 2026. Alhasil, pendampingan intensif dari dosen dan pemerintah daerah menjadi kunci utama suksesnya pelaksanaan di lapangan.

Akhirnya, keberhasilan UMS menggandeng Pemkab Boyolali mendorong pembangunan desa menjadi bukti nyata kontribusi akademisi bagi daerah. Sinergi ini optimistis mampu melahirkan dampak positif yang berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat Boyolali.

Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/