Berita

Wamendiktisaintek Stella Christie Patahkan Mitos Matematika Perempuan di Muktamar NA

PWMJATENG.COM, SURAKARTA –Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mematahkan mitos tentang kemampuan perempuan di bidang sains. Ia menegaskan hal ini pada Forum Strategis 1 Muktamar Nasyiatul Aisyiyah (NA) ke-15 di Surakarta, Jumat (7/8/2026). Stella mengajak para perempuan muda berani menjadi ilmuwan.

Pejabat kementerian ini membantah teori lama yang meremehkan kaum perempuan. Sebelumnya, seorang akademisi pada 2005 menyebut kemampuan matematika wanita secara alami lebih rendah dari pria. Wamendiktisaintek Stella Christie dengan tegas menolak pandangan subjektif tersebut. Ia memaparkan berbagai bukti penelitian terbaru yang membantah perbedaan antargender itu.

Menurutnya, tes kemampuan matematika antara laki-laki dan perempuan tidak menunjukkan perbedaan signifikan. “Perempuan tidak bisa baca peta adalah mitos,” tegas Stella. Kemampuan navigasi perempuan justru lebih bagus berdasarkan tes pada anak usia dini. Manusia memang telah memiliki kemampuan memahami angka dan ruang secara alami.

Dorong Perempuan Berkarier di Bidang STEM

Kemampuan dasar matematika ini berkembang dengan taraf yang sama. Bahkan, bayi berusia tujuh bulan sudah menunjukkan kemampuan matematika sejak lahir. Wamendiktisaintek Stella Christie menyoroti rendahnya lulusan perempuan di bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM). Bias dan stereotip masyarakat menjadi penyebab utama fenomena ini.

Karena itu, ia mengajak peserta Muktamar Nasyiatul Aisyiyah membuang jauh-jauh stereotip tersebut. Perempuan harus melawan asumsi masyarakat menggunakan bukti dan data yang objektif. Jangan pernah berasumsi laki-laki bisa melakukan segalanya lebih baik. Bangsa Indonesia sangat membutuhkan peran aktif para ilmuwan perempuan saat ini.

“Ayo mengabdi karena Indonesia butuh saintis, terutama ilmuwan perempuan,” seru Wamendiktisaintek Stella Christie kepada para peserta.

Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Iffa Rosita, turut sepakat dengan pandangan tersebut. Iffa menegaskan perempuan dan laki-laki memiliki hak setara di berbagai bidang. Kesetaraan ini juga berlaku penuh dalam dunia politik praktis. Perempuan wajib bersikap adaptif dan inovatif agar mampu bersaing secara global.

Kontributor: Mahda
Editor: Al-Afasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/