Transformasi Manajemen Filantropi, PWM Jateng Integrasikan ZISWAF Satu Atap
PWMJATENG.COM, SEMARANG – Ekosistem filantropi Muhammadiyah Jawa Tengah bertransformasi menuju sistem pelayanan satu pintu dengan penerapan manajemen ZISWAF satu atap. Melalui Rapat Pimpinan PWM Jateng pada Rabu (5/8/2026), penyatuan layanan antara Lazismu dan Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) ini dirumuskan untuk memperluas manfaat bagi umat, dengan tetap menjaga pemisahan dana yang ketat sesuai prinsip syariah di belakang layar.
Langkah strategis ini menandai era baru tata kelola dana persyarikatan. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah mulai merumuskan struktur organisasi terpadu untuk memaksimalkan potensi filantropi melalui pengelolaan yang semakin profesional.
Koordinator Tim Satu Atap Muhammadiyah Jawa Tengah, Dr. Sukamto, menyoroti pentingnya payung hukum internal. Aturan tersebut akan menyatukan pola pikir dan budaya kerja seluruh pengelola di lapangan.
“Salah satu hal penting yang kami sampaikan adalah perlunya dukungan dalam bentuk kebijakan atau keputusan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah agar arah dan postur pengelolaan ZISWAF satu atap menjadi lebih jelas,” ujar Sukamto.
Efisiensi SDM melalui Integrasi Layanan
Penyatuan manajemen ini menawarkan pemanfaatan sumber daya manusia yang jauh lebih efisien. Konsep tersebut menghapus batas-batas kaku dalam operasional harian organisasi. Sebagai contoh, tenaga lapangan kini memiliki peran ganda yang saling mendukung sasaran dakwah.
“Dengan manajemen satu atap, pemanfaatan sumber daya menjadi lebih efisien. SDM yang sebelumnya hanya fokus pada penghimpunan zakat, misalnya, juga dapat berperan dalam pengembangan wakaf,” tutur Sukamto.
Tim program kini juga bisa merancang penyaluran bantuan secara lebih menyeluruh dan berdampak panjang. Mereka memanfaatkan Sistem Informasi Manajemen Anadir untuk mengonsolidasikan seluruh data potensial. Langkah digitalisasi ini secara langsung memperkuat akurasi penyaluran donasi karena sepenuhnya berbasis bukti nyata.
Batas Tegas Syariah dalam Pelayanan
Meskipun pelayanan masyarakat menerapkan sistem satu pintu, kepatuhan syariah tetap menjadi prioritas utama organisasi. Arsitektur Filantropi Berkemajuan gagasan Wakil Ketua PWM Jateng Prof. Dr. H. Zakiyuddin Baidhawy merinci skema integrasi ini secara jelas.
Masyarakat nantinya hanya mengenal satu identitas pelayanan bersama yang praktis. Namun di belakang layar, integrasi Lazismu dan MPW tetap memisahkan rekening secara mutlak untuk menghindari percampuran dana.
Secara internal manajemen memang terpadu, namun dari sisi kepatuhan hukum negara pelaporannya tetap terpisah. Pengelola tetap mengikuti regulasi pelaporan BAZNAS untuk instrumen zakat dan tunduk pada ketentuan administrasi Badan Wakaf Indonesia (BWI) untuk urusan perwakafan.
Seluruh pihak berharap kebijakan ZISWAF PWM Jateng ini segera terwujud paripurna. Apabila berjalan lancar, model tata kelola ini sangat berpotensi menjadi percontohan nasional bagi pengembangan ekonomi umat di daerah-daerah lain di Indonesia.
Kontributor: Medkom PWM Jateng
Editor: Al-Afasy



