Tingkatkan Keselamatan Kerja Perajin Batik, UMS Kenalkan Teknologi Modern di Klaten
PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyerahkan bantuan teknologi tepat guna kepada perajin batik di Desa Wisata Jarum, Klaten, Jumat (17/7/2026). Langkah ini bertujuan menekan risiko kecelakaan kerja sekaligus meningkatkan efisiensi produksi batik lokal.
Sinergi antara UMS, Kemendiktisaintek, dan Pemerintah Kabupaten Klaten menghadirkan solusi konkret bagi perajin batik setempat. Oleh karena itu, kolaborasi ini menjawab berbagai tantangan produksi yang selama ini membebani para pekerja. Perajin sebelumnya kerap menghadapi risiko keselamatan akibat penggunaan tungku tradisional, kelelahan fisik, serta proses pelorotan malam yang menyita waktu.
Sebagai bentuk respons, Tim Pengabdian Masyarakat UMS menyerahkan melting wax dan tungku pengukus batik ecoprint. Selain itu, penyerahan alat ini menjadi momentum penting untuk memodernisasi produksi serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.
Transformasi Lingkungan Kerja Ergonomis
Melalui modernisasi ini, tim UMS berfokus langsung pada peningkatan kualitas kesehatan dan keselamatan kerja perajin batik. Peralatan baru tersebut juga mampu meminimalkan risiko kecelakaan kerja akibat sengatan panas tungku dan kelelahan otot.
Selanjutnya, Ketua Program PM-UPUD UMS, Dr. Aflit Nuryulia Praswati, menegaskan komitmen kampus dalam menghadirkan solusi teknologi ramah pekerja.
“Penerapan teknologi tepat guna merupakan salah satu bentuk komitmen perguruan tinggi untuk menghadirkan solusi yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat. Melalui inovasi ini, kami berharap produktivitas dan daya saing batik Desa Wisata Jarum semakin meningkat,” ujar Aflit.
Antusiasme dan Harapan Perajin
Selain membagikan alat pelorotan malam, tim UMS turut menyerahkan pengukus ecoprint untuk mendukung variasi produk ramah lingkungan. Oleh sebab itu, tim pengabdian mendampingi perajin secara langsung mulai dari pengoperasian hingga perawatan alat.
Pemerintah Daerah Klaten pun menyambut positif intervensi teknologi yang tepat sasaran ini. Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disbudporapar Kabupaten Klaten, Dwi Murwanti, menilai bahwa bantuan tersebut menjawab keresahan pekerja di lapangan.
“Teknologi yang kami terima sangat sesuai dengan kebutuhan para perajin. Kami optimistis alat-alat ini akan membuat proses produksi menjadi lebih cepat, lebih aman, lebih nyaman, dan mampu meningkatkan kualitas batik yang kami hasilkan,” kata Dwi.
Keberlanjutan Industri Kreatif Daerah
Melalui inovasi ini, UMS meyakini efisiensi produksi akan meningkat seiring membaiknya standar keselamatan kerja perajin batik. Dengan demikian, hasil pengabdian masyarakat ini membuktikan bahwa teknologi tepat guna mampu memperkuat daya saing ekonomi kreatif daerah.
Pada akhirnya, sinergi lintas sektor ini akan terus bergulir demi menjaga keberlanjutan Desa Wisata Jarum. Perpaduan antara perlindungan kesehatan perajin dan inovasi produksi menjadi kunci utama dalam mendorong kesejahteraan masyarakat Klaten.
Kontributor: Fika
Editor: Alafasy



