Langkah Nyata Literasi Santri SMAMDA Sidoarjo, Siapkan Generasi Muda Kuasai Media Digital

PWMJATENG.COM, SIDOARJO – Santri Boarding School SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo memadati Aula sekolah pada Sabtu (25/7/2026). Mereka antusias mengikuti pelatihan menulis untuk memperkuat literasi santri SMAMDA Sidoarjo dalam menghadapi tantangan era digital.
Sebanyak 76 perwakilan santri kelas X, XI, dan XII hadir sejak pagi hari. Selain itu, pengurus sekolah menghadirkan Hendra Apriyadi, dosen Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) sekaligus Anggota Majelis Dikdasmen & PNF PP Muhammadiyah, sebagai narasumber utama.
Kegiatan ini bertujuan membangun budaya membaca dan meningkatkan keterampilan berkarya di kalangan remaja. Oleh karena itu, para santri belajar memanfaatkan media tulis sebagai sarana dakwah, edukasi, serta pengembangan diri.
Strategi Menulis di Era Digital
Dalam pemaparannya, Hendra Apriyadi menegaskan pentingnya penguasaan karya tulis bagi generasi muda. Menurutnya, tulisan tidak sekadar menjadi media komunikasi biasa. Bahkan, tulisan yang efektif mampu menyebarkan ilmu pengetahuan, nilai kebaikan, dan inspirasi luas kepada publik.
Sesi pelatihan pun berlangsung interaktif dan penuh gairah. Selanjutnya, para peserta aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi, serta berebut menjawab kuis dari pemateri. Narasumber juga membagikan buku karyanya kepada santri yang berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat.
Salah satu buku hadiah tersebut berjudul Jejak Langkah Kader Muhammadiyah. Buku inspiratif ini menceritakan pengalaman penulis dalam berdakwah serta berkontribusi di organisasi. Dengan demikian, pembagian buku tersebut dapat memicu semangat santri agar segera menghasilkan karya pertama mereka.
Komitmen Sekolah Cetak Generasi Kritis
Wakil Kepala Sarana dan Prasarana SMAMDA Sidoarjo, Naimul Hajar, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara.
“Alhamdulillah, para santri menyerap ilmu pelatihan motivasi dan penguatan literasi santri SMAMDA Sidoarjo ini dengan penuh semangat,” ujar Naimul.
Lebih lanjut, pihak sekolah mengapresiasi kehadiran Hendra Apriyadi yang telah membagikan pengalaman berharga. Sekolah berharap acara ini menjadi pijakan awal lahirnya penulis-penulis muda berbakat dari lingkungan pesantren.
Melalui program ini, pihak sekolah menegaskan komitmen untuk mencetak lulusan unggul. Sebab, sekolah tidak hanya fokus pada bidang akademik dan keislaman, tetapi juga membina kemampuan berpikir kritis muridnya.
Pada akhirnya, langkah ini memperkuat posisi sekolah dalam mencetak generasi produktif di dunia kepenulisan. Penguatan literasi santri SMAMDA Sidoarjo ini terbukti mampu melahirkan keberanian santri untuk mewarnai ruang digital dengan karya yang bermanfaat.
“Peradaban besar selalu diawali oleh gagasan, dan gagasan akan tetap hidup melalui tulisan. Menulislah hari ini, karena tulisan yang bermanfaat akan terus berbicara meski penulisnya telah tiada,” pungkas Hendra Apriyadi menutup sesi.
Kontributor: Hendra Apriyadi
Editor: Alafasy



