Berita

Langkah Nyata IMM Al Haytham Unimus Sulap Sampah Dapur Jadi Budidaya Maggot BSF di Pringapus

PWMJATENG.COMSEMARANG — Isu penumpukan ratusan ton sampah harian di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) memicu aksi nyata dari kalangan mahasiswa. Tim PPK Ormawa IMM Al Haytham Unimus menggandeng Bank Sampah Resik Sejahtera untuk melatih warga Kelurahan Pringapus melakukan budidaya maggot BSF.

Langkah strategis ini hadir sebagai solusi ganda untuk menekan pengolahan sampah organik sekaligus memangkas biaya pakan lele murah.

Pelatihan yang berlangsung di Kantor Kelurahan Pringapus ini membekali masyarakat teknik budidaya dari penetasan telur hingga masa panen. Ketua Tim Pelaksana PPK Ormawa, Haidar Adnan, mengapresiasi keaktifan warga yang berpartisipasi dalam program ini.

“Inisiatif IMM Al Haytham Unimus ini bertujuan membangun ekosistem pengolahan limbah dapur yang terintegrasi langsung dengan usaha perikanan warga,” tegas Haidar di sela kegiatan.

Inovasi IMM Al Haytham Unimus Buka Peluang Usaha Hemat Modal

Pengurus Bank Sampah Resik Sejahtera, Suparno, memaparkan bahwa budidaya maggot BSF memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Larva lalat BSF mampu menjadi pakan alternatif kaya protein yang menekan biaya operasional peternak lele lokal.

“Siklus panen maggot tergolong sangat singkat, yakni hanya membutuhkan waktu rentang 15 hingga 20 hari,” ungkap Suparno.

Melalui pendampingan tim IMM Al Haytham Unimus, warga belajar memanfaatkan lahan sempit dan modal minim untuk memulai usaha ini. Hasil panen larva BSF dapat diberikan secara langsung (fresh feed) maupun diolah menjadi tepung pakan (dried maggot).

Meskipun demikian, Suparno mengingatkan pentingnya memilah sampah dapur secara konsisten dari rumah. Pemilahan bahan organik yang tepat menjadi kunci utama dalam menjaga keberhasilan penetasan telur lalat BSF.

Wujudkan Kemandirian Ekonomi Desa Bersama Mahasiswa

Para peserta pelatihan diajak mengamati langsung siklus hidup BSF, mulai dari fase telur, larva pengurai, hingga lalat dewasa. Kemampuan maggot melahap limbah rumah tangga menjadikannya agen pengurai alami yang efektif.

Melalui program PPK Ormawa ini, IMM Al Haytham Unimus optimistis warga Pringapus mampu mengelola sampah secara mandiri. Di sisi lain, ketersediaan pakan alternatif ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan para peternak lele setempat.

Kolaborasi mahasiswa Muhammadiyah dan warga ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Gerakan kecil dari pengolahan limbah dapur kini siap menjadi pendorong kemandirian ekonomi desa.

Kontributor: IMM Al Haytham
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/