Prodi Ilmu Komunikasi UMS Perkuat Kurikulum Berbasis Kebutuhan Industri Lewat ANTARA Jateng
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melanjutkan rangkaian benchmarking. Oleh karena itu, mereka mengunjungi Kantor Berita ANTARA Biro Jawa Tengah pada Rabu (22/7/2026).
Kunjungan ini mendukung upaya penyusunan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri media. Sebelumnya, mereka mendatangi Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (UNDIP) untuk agenda serupa.
Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UMS, Sidiq Setyawan, S.I.Kom., M.I.Kom., menjelaskan bahwa pihaknya membutuhkan masukan praktisi media secara langsung. Dengan demikian, pembelajaran di kampus mampu menjawab tantangan dunia kerja secara nyata.
“Kami sedang mengembangkan kurikulum berbasis kebutuhan industri. Karena itu, kami ingin mendapatkan masukan mengenai kompetensi yang saat ini dibutuhkan,” ujar Sidiq, Kamis (23/7/2026).
Tantangan Jurnalistik di Era AI dan Verifikasi Informasi
Kepala Biro ANTARA Jawa Tengah, Teguh Imam Wibowo, S.T., menyambut hangat kunjungan tim UMS. Menurutnya, perkembangan digital dan kecerdasan buatan (AI) kini menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar bagi dunia jurnalistik.
Selanjutnya, ia menegaskan bahwa pihak kampus harus memposisikan AI sebagai alat bantu semata, bukan pengganti peran manusia. Di samping itu, mahasiswa wajib menguasai kemampuan verifikasi informasi sebagai kompetensi utama.
“Mahasiswa di bidang jurnalistik perlu menyadari pentingnya verifikasi. Pasalnya, mereka tidak boleh menawar kompetensi dasar tersebut di dunia kerja,” ungkap Teguh Imam Wibowo.
Penguatan Dasar Jurnalistik dan Kompetensi PR
Sementara itu, Redaktur Foto ANTARA, Rahmadi Rekotomo, menambahkan pandangannya. Ia menilai bahwa pihak kampus wajib mempertahankan pengajaran ilmu dasar jurnalistik, termasuk kemampuan menulis sesuai kaidah bahasa Indonesia yang baku.
Di sisi lain, dalam sesi diskusi, para dosen Ilmu Komunikasi UMS menggali kompetensi yang dibutuhkan bagi lulusan Public Relations (PR). ANTARA menyarankan agar mahasiswa PR menguasai strategi media relations yang humanis serta mampu menyusun press release berkualitas.
Akhirnya, pihak Ilmu Komunikasi UMS menutup kegiatan benchmarking ini dengan menyerahkan cendera mata kepada Kantor Berita ANTARA Jawa Tengah. Melalui langkah ini, mereka memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri media nasional.
Kontributor: Maysali
Editor: Ayma



