DPD IMM Jawa Tengah Instruksikan Pembentukan Pusat Dakwah dan Aktivasi Masjid Kampus

PWMJATENG.COM, SALATIGA — DPD IMM Jawa Tengah menginstruksikan pembentukan pusat dakwah (central dakwah) guna menghidupkan kembali fungsi masjid-masjid kampus di seluruh wilayah Jawa Tengah, Sabtu (18/7/2026). Arahan strategis ini mengemuka di tengah pelantikan pengurus Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (KM3) periode 2026-2028 di Hotel Laras Asri, Salatiga.
Pengurus merancang pusat dakwah ini untuk menghidupkan kembali fungsi masjid di lingkungan kampus. Selain itu, kader mubaligh IMM Jawa Tengah menargetkan komunitas dakwah kontemporer guna memperluas penetrasi gerakan.
Jajaran pengurus menyampaikan langkah strategis tersebut dalam pelantikan pengurus KM3 DPD IMM Jawa Tengah periode 2026-2028 di Hotel Laras Asri, Salatiga. Momentum ini menjadi tumpuan baru bagi penguatan gerakan dakwah mahasiswa di tingkat daerah.
“KM3 Jawa Tengah harus mengambil peran vital dalam gerakan dakwah di ranah mahasiswa dengan senantiasa berpedoman pada Al-Qur’an dan As-Sunnah,” tegas Ketua Umum DPD IMM Jawa Tengah, Immawati Nia Nurul Pratiwi.
Nia menginstruksikan seluruh jajaran pengurus baru untuk bergerak cepat merespons dinamika zaman. Ia menilai penguatan pusat dakwah mahasiswa menjadi kebutuhan mendesak di tengah kompleksitas tantangan akademis.
Menjawab Tantangan Era Post-Truth
Sementara itu, Ketua KM3 terpilih, Immawan Ahmad Satrio Imaduddin, menyoroti perubahan lanskap informasi yang sangat masif. Pihaknya bersiap merekonstruksi arah gerakan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
“Melihat realitas dakwah di Jawa Tengah saat ini, kita dihadapkan pada banyak tantangan baru, terutama di era post-truth di mana arus informasi tersebar luas tanpa kendali,” ujar Ahmad Satrio Imaduddin.
Oleh karena itu, kader mubaligh IMM Jawa Tengah akan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Pengurus bakal membangun sinergi intensif bersama pimpinan daerah, pengurus cabang, hingga pemangku kepentingan di pemerintahan.
Pemanfaatan Platform Digital
Pada kesempatan yang sama, penguatan aspek teknologis juga menjadi perhatian utama. Pengurus menilai pemanfaatan media baru menjadi instrumen kunci untuk meluaskan jangkauan syiar Islam berkemajuan.
Ketua Bidang Tabligh DPD IMM Jawa Tengah, Immawan M. Abdul Rohman, menekankan pentingnya adaptasi teknologi bagi para mubaligh dan mubalighat. Langkah nyata ini bakal membawa perubahan substantif di seluruh tingkatan cabang.
“Langkah konkrit yang ditekankan adalah dengan mulai mengoptimalkan pemanfaatan platform dakwah digital sebagai instrumen strategis untuk menyebarluaskan nilai-nilai Islam yang berkemajuan,” tutur M. Abdul Rohman.
Jajaran Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah, Kesbangpol Jateng, serta ratusan kader menyaksikan secara langsung agenda pelantikan ini. Kehadiran peserta internasional asal Malaysia turut menambah kemeriahan prosesi kepemimpinan baru tersebut.
Kontributor: Muhammad Zulfikar
Editor: Al-Afasy



