Muhammadiyah Siapkan Pedoman Etika AI, Dorong Transformasi Digital Muhammadiyah Lewat Rakernas MPI di UMP
PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) resmi menjadi pusat pergerakan modernisasi persyarikatan. Kampus unggulan di Jawa Tengah ini sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada 17-19 Juli 2026. Melalui forum strategis tersebut, para pimpinan merumuskan arah baru transformasi digital Muhammadiyah menjelang Muktamar ke-49 pada tahun 2027 mendatang.
Saat membuka acara, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kerja Sama UMP, Assoc. Prof. Saefurrohman, Ph.D., menyambut hangat seluruh delegasi nasional. Pihaknya menegaskan komitmen penuh kampus untuk terus menjadi motor penggerak agenda besar persyarikatan. Kepercayaan besar dari PP Muhammadiyah ini sekaligus memotivasi UMP untuk terus mendukung penguatan literasi berbasis teknologi secara berkelanjutan.
Ekspansi Ribuan Titik Baca Digital UMP
Sebagai langkah konkret, UMP langsung menunjukkan dukungan nyata lewat inovasi literasi yang masif di lingkungan pendidikan. Kampus ini telah meluncurkan 500 titik baca Perpustakaan Digital UMP yang menyasar sekolah Muhammadiyah dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Melalui program strategis yang menggandeng Perpustakaan Nasional RI ini, UMP menargetkan perluasan jaringan hingga mencapai 10.000 titik baca di seluruh Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Ketua MPI PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menjelaskan bahwa Rakernas MPI Muhammadiyah 2026 merupakan momentum evaluasi yang sangat krusial. Selain merancang program kerja untuk satu tahun ke depan, MPI kini sedang merampungkan Direktori Organisasi Muhammadiyah (DOM) sebagai basis data utama. Saat ini, capaian pendataan tingkat wilayah telah mencapai 100 persen, tingkat daerah 88 persen, cabang 31 persen, dan ranting 17 persen. Oleh karena itu, integrasi data berskala nasional ini akan menjadi fondasi utama bagi keberhasilan agenda besar transformasi digital Muhammadiyah.
Menyusun Pedoman Etika AI Persyarikatan
Sementara itu, Ketua PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Dadang Kahmad, M.Si., meresmikan pembukaan acara sekaligus menegaskan pentingnya penguasaan teknologi mutakhir. Dadang menginstruksikan MPI untuk segera menyusun pedoman etika pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Langkah cepat ini bertujuan agar warga persyarikatan dapat lebih adaptif terhadap perubahan perilaku publik dalam mengakses informasi digital.
Lebih lanjut, Dadang mengingatkan agar publik tidak memandang teknologi kecerdasan buatan tersebut sebagai ancaman dakwah yang menakutkan. Sebaliknya, pegiat persyarikatan wajib memanfaatkan kecanggihan AI secara bijak untuk menyebarkan nilai-nilai Islam Berkemajuan. Akhirnya, melalui momentum besar di Universitas Muhammadiyah Purwokerto ini, langkah akselerasi transformasi digital Muhammadiyah dapat hadir secara lebih kreatif dan ramah bagi generasi muda.
Kontributor: Cahyudi
Editor: Al-Afasy



