Tim PKM-PM UMS Ajak Penyandang Disabilitas Praktik Langsung Pembuatan Vermikompos
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Tim PKM-PM UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) terus melanjutkan komitmen dalam memberdayakan masyarakat inklusif. Setelah memberikan pemaparan materi, mereka sukses menggelar pelatihan praktik langsung pembuatan vermikompos bagi para penyandang disabilitas.
Komunitas Disabilitas Karya Manunggal menjadi mitra utama dalam kegiatan ini. Peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas mental terjun langsung guna mendapatkan pengalaman sensorik serta keterampilan teknis secara nyata.
Ketua Tim PKM-PM HealSpace UMS, Abqory Anis Subekti, menegaskan bahwa pendekatan learning by doing memicu partisipasi aktif peserta. “Kami mendesain pelatihan ini agar semua peserta terlibat aktif dari awal sampai akhir,” terangnya.
Praktik Langsung dengan Atmosfer Ramah Keluarga
Kegiatan pelatihan berlangsung di rumah salah satu mitra, Bu Yani, di Desa Sambi, Boyolali, pada Minggu (14/6/2026). Mereka memilih lokasi ini karena menciptakan suasana belajar yang ramah, berbasis keluarga, dan mudah diakses oleh warga sekitar.
Didampingi mahasiswa secara intensif, para peserta menyiapkan wadah, mengatur kelembapan media, hingga memasukkan bahan organik. Mereka juga melepaskan cacing tanah sebagai agen pengurai utama.
Aktivitas fisik ini menstimulasi motorik halus peserta. Selain itu, sentuhan dengan media tanah memberikan efek ketenangan atau terapeutik yang esensial bagi stabilitas psikologis mereka.
Integrasi Terapi Hortikultura yang Utuh
Tim PKM-PM UMS juga mengajarkan teknik menyemai benih tanaman kepada peserta. Langkah ini menjadi bagian integral dari sistem terapi hortikultura yang utuh.
Para peserta mempraktikkan cara memasukkan tanah ke dalam polybag, membuat lubang tanam, hingga meletakkan benih dengan hati-hati. Melalui metode ini, mereka memahami siklus hidup tanaman sejak dini.
Selanjutnya, kegiatan ini menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepedulian bagi para peserta. Mereka merawat tanaman setiap hari sebagai bentuk tanggung jawab mandiri.
Sinergi untuk Keberlanjutan Program
Yani, selaku orang tua penyandang disabilitas, menyampaikan rasa syukur atas kehadiran tim mahasiswa UMS. Ia menilai kegiatan berbasis praktik seperti ini sangat membantu perkembangan mental dan keceriaan anak-anak mereka.
Sementara itu, dosen pembimbing program, Siti Azizah Susilawati, S.Si., M.P., Ph.D., memberikan apresiasi tinggi. Ia menilai praktik di lingkungan domestik warga sebagai langkah cerdas untuk mendekatkan teknologi tepat guna ke masyarakat.
Akhirnya, sinergi ini menjadi modal kuat bagi masyarakat untuk memastikan program berlanjut secara mandiri. Meskipun masa pengabdian mahasiswa telah selesai, masyarakat tetap mendapatkan manfaat ekonomi dan psikologis dari teknologi Smart-Wicking dan vermikompos tersebut.
Kontributor: Maysali
Editor: Ayma



