RS PKU Muhammadiyah Pati Lantik Direksi Baru, Siap Dobrak Mutu Pelayanan Kesehatan

PWMJATENG.COM, PATI – Langkah besar kini berembus dari Rumah Sakit Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati. Manajemen rumah sakit sukses menggelar Silaturahim Akbar triwulanan sekaligus mengukuhkan jajaran direksi baru periode 2026–2030. Momentum krusial ini menandai babak baru organisasi yang lebih segar, adaptif, dan mandiri.
Dalam agenda besar tersebut, dr. Eirna Syam Fitri, MMR., FisQua kembali mendapat amanah sebagai Direktur Medis untuk periode kedua. Sementara itu, dr. Anityo Susilo Utomo resmi dilantik sebagai Direktur Umum. Kehadiran dr. Anityo membawa angin segar dalam jajaran struktural setelah sebelumnya lama berkiprah sebagai tenaga fungsional.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pati memimpin langsung prosesi pelantikan khidmat ini. Beliau menyampaikan pesan strategis di hadapan seluruh civitas hospitalia. Langkah ini menegaskan komitmen bersama demi kemajuan pelayanan kesehatan di Kabupaten Pati.
Kemandirian Penuh di Bawah PDM Pati
Saat ini, pengelolaan RS Fastabiq Pati resmi berdiri mandiri secara penuh di bawah Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pati. Oleh karena itu, seluruh keluarga besar rumah sakit wajib memperkuat komitmen. Keberadaan amal usaha ini harus menjadi motor penggerak kesehatan umat yang unggul.
“Mari kita mantapkan langkah bersama untuk memajukan rumah sakit ini,” ujar Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Pati dalam sambutannya. Beliau juga meminta karyawan meningkatkan kinerja secara optimal. Mereka harus menjadikan setiap pekerjaan sebagai bagian dari ibadah serta dakwah yang nyata.
Selaras dengan hal itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama, dr. Hilal Ariadi, ikut angkat bicara. Beliau mengingatkan bahwa tantangan dunia kesehatan ke depan mengarah pada sistem yang semakin kompleks. Kondisi ini jelas membutuhkan kepemimpinan yang adaptif, profesional, serta visioner.
Dokter Hilal kemudian memaparkan tiga fokus utama untuk masa depan RS Fastabiq Pati. Tiga pilar tersebut meliputi keunggulan mutu pelayanan, ketangguhan finansial, serta kesiapan total menghadapi transformasi digital. Manajemen baru harus segera menerjemahkan visi ini ke dalam program kerja yang terukur.
Fondasi Kerja Sama dan Efisiensi Organisasi
Menjawab tantangan tersebut, Direktur Umum baru, dr. Anityo Susilo Utomo, langsung memaparkan strategi utamanya. Beliau menekankan pentingnya membangun budaya kerja tim yang solid. Menurutnya, keberhasilan rumah sakit tidak bisa bertumpu pada kekuatan individual semata.
“Kita perlu membangun kerja tim yang kuat untuk mengejar target,” tutur dr. Anityo tegas. Manajemen akan rutin mengevaluasi kinerja melalui ketercapaian Key Performance Indicator (KPI). Selain itu, pihak RS Fastabiq Pati juga fokus mendongkrak kesejahteraan karyawan seiring langkah efisiensi biaya operasional.
Pada sisi pelayanan medis, dr. Eirna Syam Fitri mengajak semua lini bekerja harmonis bak sebuah pertunjukan orkestra. Setiap profesi medis memiliki peran krusial yang saling mengunci. Keharmonisan kerja bermodalkan profesionalisme tinggi bakal melahirkan kepuasan pasien yang maksimal.
Strategi Kapasitas dan Mutu SDM
Apresiasi tinggi juga datang dari Sekretaris Badan Pembina Harian (BPH), Taufiq, S.Mn., M.M. Beliau mengucapkan terima kasih mendalam atas loyalitas Subiantoro, Direktur Umum periode sebelumnya. Kontribusi pejabat lama telah membawa Rumah Sakit Fastabiq Sehat PKU Muhammadiyah Pati mencapai banyak kemajuan.
Taufiq menambahkan bahwa industri pelayanan kesehatan Pati saat ini menuntut persaingan yang ketat. Rumah sakit wajib menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan lincah. Peningkatan kapasitas gedung, penambahan tempat tidur, serta peluncuran layanan unggulan baru menjadi target jangka pendek.
Terkait kebijakan mutasi staf yang bergulir, BPH menilai hal tersebut sebagai penyegaran organisasi yang lumrah. Kebijakan ini bertujuan menjauhkan karyawan dari zona nyaman yang melenakan. Dengan begitu, produktivitas kerja lembaga tetap terjaga secara dinamis dan sehat.
Menjelang akhir acara, Universitas Muhammadiyah Kudus hadir memberikan sosialisasi strategis. Sinergi institusi pendidikan dan kesehatan ini bertujuan memperkuat kompetensi SDM di lingkungan Muhammadiyah. Kerja sama erat tersebut menjadi modal berharga bagi RS Fastabiq Pati untuk terus tumbuh menjadi rumah sakit pilihan utama masyarakat.
Kontributor: Taufiq
Editor: Al-Afasy



