SD Muhammadiyah PK Solo Jadi Lokasi Studi Lapangan Diklat Bahasa Jawa
PWMJATENG.COM, SURAKARTA – SD Muhammadiyah PK Solo kembali membuktikan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran inovatif. Kini, sekolah unggulan di Jawa Tengah tersebut menyambut peserta studi lapangan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Bahasa Jawa.
BKPPD Kabupaten Gunungkidul melalui UPT Balai Pendidikan dan Pelatihan Pegawai menyelenggarakan kegiatan tersebut pada Rabu (15/7/2026). Sebanyak 36 peserta diklat beserta 5 pendamping mengikuti rangkaian acara dengan antusias di Ruang Haji Isa.
Kunjungan ini menjadi ajang berbagi praktik baik pembelajaran Bahasa Jawa. Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan mempererat kolaborasi antarlembaga pendidikan demi meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis budaya lokal.
Kepala UPT Balai Pendidikan dan Pelatihan Pegawai BKPPD Kabupaten Gunungkidul, Saryana, menekankan pentingnya studi lapangan bagi seluruh peserta. Mereka harus menyerap pengalaman nyata dari sekolah yang sukses mengembangkan inovasi pembelajaran.
“Kami ingin peserta belajar langsung mengenai metode, strategi, dan inovasi pembelajaran Bahasa Jawa. Kami memilih SD Muhammadiyah PK Solo karena sekolah ini memiliki banyak praktik baik untuk dipelajari,” ujar Saryana.
Apresiasi dan Kolaborasi Pendidikan
Kepala SD Muhammadiyah PK Solo, Nursalam, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan tersebut. Selanjutnya, ia berharap kunjungan ini menjadi awal terjalinnya kolaborasi erat dalam pengembangan kurikulum Bahasa Jawa.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada BKPPD Kabupaten Gunungkidul. Semoga kegiatan ini menjadi sarana saling belajar sehingga memberikan manfaat nyata bagi kemajuan pembelajaran di sekolah masing-masing,” tutur Nursalam.
Pada sesi inti, guru Bahasa Jawa sekolah setempat, Nurrohmah Manda Noviana, memaparkan materi menarik. Ia mengangkat topik “Pembelajaran Bahasa Jawa yang Aktif, Kontekstual, dan Menyenangkan”.
Manda menjelaskan bahwa guru perlu mentransformasi pembelajaran dari sekadar hafalan menjadi pengalaman bermakna. Akibatnya, siswa akan terdorong menggunakan Bahasa Jawa secara alami dalam kehidupan sehari-hari.
Strategi Pembelajaran Berbasis Teknologi
Manda memaparkan berbagai strategi pembelajaran aktif kepada para peserta diklat. Ia memperkenalkan permainan edukatif, bermain peran, diskusi, hingga pembuatan komik sebagai media belajar yang interaktif.
Selain itu, sekolah memanfaatkan media digital serta teknologi Artificial Intelligence (AI) sebagai pendukung. Pendekatan ini membuat siswa lebih aktif, percaya diri, dan mampu memaknai Bahasa Jawa sebagai identitas budaya.
Suasana diskusi berlangsung sangat hidup. Para peserta diklat antusias mengajukan pertanyaan serta mendiskusikan tantangan pembelajaran di kelas. Akhirnya, mereka saling mempertukarkan ide dan praktik baik dalam forum yang hangat serta produktif ini.
Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah PK Solo menegaskan perannya sebagai sekolah yang aktif berbagi inovasi. Dengan demikian, semangat kolaborasi ini mampu mendorong lahirnya pembelajaran Bahasa Jawa yang lebih relevan bagi generasi modern.
Kontributor: M Arifin
Editor: Ayma



