Berita

Menyemai Harapan Hijau di Pesisir Bantul: Implementasi Nilai Al Islam dan Kemuhammadiyahan melalui Penanaman 1.500 Pohon Mangrove

PWMJATENG.COMBANTUL – Ratusan mahasiswa Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta mengambil langkah konkret untuk menghadapi dampak krisis iklim global yang kian mencemaskan. Mereka rela turun langsung ke kawasan berlumpur pesisir selatan guna menanam 1.500 bibit pohon bakau. Aksi ramah lingkungan ini berlangsung di kawasan konservasi Pantai Baros, Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul.

Langkah taktis tersebut menjadi respons nyata terhadap ancaman abrasi pantai yang terus mengikis daratan pesisir Yogyakarta. Melalui program bertajuk Project Fikih Hijau, para akademisi muda ini mengubah teori akademik menjadi aksi penyelamatan bumi. Upaya kolektif ini sekaligus membuktikan bahwa perguruan tinggi mampu memberi solusi instan bagi kelestarian ekosistem lokal.

Misi Fikih Hijau Hadang Abrasi Pantai Selatan

Sebelum melangkah ke area berlumpur, seluruh peserta menerima pembekalan intensif mengenai mitigasi krisis iklim. Pengelola kawasan konservasi membekali mereka dengan teknik penanaman vegetasi pantai yang tepat. Pemahaman mendalam ini penting agar ribuan bibit yang tertanam memiliki peluang hidup lebih tinggi.

Hutan bakau sendiri memegang peran vital sebagai benteng alami pesisir dari amukan gelombang laut. Selain mencegah erosi tanah, ekosistem ini menjadi tempat berkembang biak yang aman bagi beragam biota laut. Kawasan hijau tersebut juga berfungsi efektif sebagai penyerap emisi karbon dioksida di atmosfer bumi.

Aktualisasi Teologi Lingkungan di Tengah Lumpur

Para mahasiswa menunjukkan antusiasme tinggi meskipun cuaca terik menyengat kulit mereka selama aksi penanaman mangrove berlangsung. Mereka saling bergotong royong menancapkan satu demi satu bibit tanaman di titik-titik rawan abrasi. Semangat kebersamaan ini membuat target penanaman ribuan pohon selesai tepat waktu tanpa kendala berarti.

Gerakan Project Fikih Hijau ini merupakan refleksi dari implementasi nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan ini, pendidikan agama tidak lagi sebatas teori lisan di dalam ruang kelas. Para mahasiswa justru diajak langsung mengaplikasikan ajaran agama untuk merawat bumi dari ancaman krisis iklim.

Komitmen Berkelanjutan untuk Masa Depan Pesisir

Aksi pelestarian alam di Pantai Baros Bantul ini diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian sosial yang mendalam pada diri mahasiswa. Pengalaman berharga ini menjadi modal penting bagi mereka untuk menjadi agen perubahan di masa depan. Kelak, mereka akan lebih peka terhadap dinamika isu lingkungan yang terjadi di sekitarnya.

Langkah konservasi dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta ini juga diharapkan dapat memicu gerakan serupa dari komunitas masyarakat luas. Kolaborasi aktif dari berbagai pihak sangat mendesak untuk menjaga bumi tetap sehat dan berkelanjutan. Penyelamatan pesisir dari bahaya buruk krisis iklim global harus terus berjalan demi generasi mendatang.

Kontributor: Perdiansyah
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://akperstg.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/