Berita

Diklatsar Kokam Jepara Resmi Dibuka, PDM Tekankan Pentingnya Cetak Pemimpin Militan

PWMJATENG.COMJEPARA – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jepara membuka secara resmi Diklatsar Kokam Jepara V. Kegiatan pengaderan intensif ini menempati Komplek Masjid Al Muttaqin PRM Kecapi 1, Kecamatan Tahunan, Jepara. Forum ini bertepatan langsung dengan momentum pergantian tahun baru Islam, 1 Muharram 1448 Hijriah, Jumat (03/07/2026).

Wakil Ketua PDM Jepara, Gardana Puja Kesuma, hadir langsung untuk memberikan pengarahan strategis. Ia membakar semangat para peserta dengan menceritakan pengalaman panjangnya mengelola organisasi kepemudaan. Kehadiran tokoh senior ini memberikan motivasi besar bagi seluruh anggota baru Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah tersebut.

“Saya mengenal dekat atmosfer Diklatsar Kokam Jepara ini. Saya aktif memimpin Pemuda Muhammadiyah selama empat periode berturut-turut,” ujar Gardana Puja Kesuma saat membuka acara.

Melahirkan Kader Kemanusiaan di Jepara

Mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Jepara tersebut kemudian merinci rekam jejak pelaksanaan pengaderan pada masanya. Selama kepemimpinannya, organisasi sukses menggelar tiga kali pelatihan serupa di berbagai wilayah. Lokasi tersebut meliputi kawasan Akar Seribu Pakis Aji, Dorang Nalumsari, hingga Donorojo.

Dinamika jumlah peserta dari tahun ke tahun menunjukkan tren yang sangat positif. Fenomena ini membuktikan bahwa pemuda Islam di Jepara memiliki minat tinggi untuk bergabung dengan KOKAM Muhammadiyah. Kedekatan emosional antarkader inilah yang kemudian menjadi modal utama dalam menjalankan misi kemanusiaan.

“Setiap kali menghadiri Diklatsar Kokam Jepara, saya selalu merinding. Rasa sehati dan kesatuan semangat antarkader sangat kuat terasa,” imbuh Gardana Puja Kesuma dengan nada bangga.

Ia menilai pelatihan dasar ini merupakan ikhtiar nyata untuk merawat militansi dakwah Islam. Gerakan persyarikatan memerlukan dukungan fisik dan mental yang kuat dari generasi muda. Oleh karena itu, organisasi kepemudaan ini harus terus adaptif terhadap perkembangan zaman.

Sejarah mencatat KOKAM Muhammadiyah berdiri sejak 1 Oktober 1965 di Jakarta. Pemuda Muhammadiyah membentuk korps ini untuk menjaga kedaulatan NKRI dan membentengi ideologi Pancasila. Saat ini, fokus gerakan mereka meluas pada aspek kemanusiaan, penanggulangan bencana, dan penjagaan marwah persyarikatan.

Menyiapkan Pemimpin Masa Depan Persyarikatan

Gardana Puja Kesuma mengingatkan bahwa Diklatsar Kokam Jepara adalah kawah candradimuka kepemimpinan. Peserta hari ini memegang penuh masa depan Muhammadiyah di tingkat ranting hingga pusat. Oleh sebab itu, organisasi harus menanamkan karakter pemimpin sejak dini melalui proses latihan yang disiplin.

“KOKAM merupakan organisasi otonom yang berfungsi sebagai laboratorium kader. Kalian semua membawa amanah sebagai calon pengganti para senior di persyarikatan kelak,” papar Gardana Puja Kesuma dengan tegas.

Ia juga menekankan bahwa esensi pemimpin tidak terbatas pada jabatan ketua struktural semata. Setiap anggota memikul tanggung jawab moral untuk memimpin dirinya sendiri dan lingkungan sekitar. Ajaran sahih di dalam agama Islam sangat mendukung konsep tanggung jawab ini.

Merujuk pada hadis riwayat Bukhari dan Muslim, setiap individu adalah pemimpin yang akan menghadapi pertanggungjawaban. Atas dasar itu, kader harus mengarahkan setiap tindakan dan pola pikir pada kemaslahatan publik. Pemimpin yang baik tidak boleh bertindak secara asal-asalan tanpa dasar ilmu yang kuat.

Kader persyarikatan wajib memegang teguh prinsip berilmu amaliah dan beramal ilmiah. Doktrin ini menuntut agar umat segera mewujudkan ilmu pengetahuan dalam aksi nyata. Sebaliknya, setiap perbuatan sosial kemasyarakatan juga harus memiliki landasan teori dan riset yang valid.

Relevansi Trilogi KOKAM Muhammadiyah

Pelatihan intensif Diklatsar Kokam Jepara ini bergulir selama tiga hari dua malam. Panitia merancang seluruh materi ruangan dan lapangan untuk menyelaraskan potensi pemuda dengan Trilogi KOKAM. Tiga pilar utama tersebut meliputi pelayanan di bidang kemanusiaan, kebencanaan, serta kelestarian ekologi.

Melalui standardisasi kompetensi ini, Pemuda Muhammadiyah Jepara berharap dapat melahirkan personel yang tangguh. Mereka tidak hanya cakap secara fisik, tetapi juga matang secara spiritual. Target akhir dari pelatihan ini adalah kemampuan menggerakkan masyarakat secara sukarela.

“Esensi utama dari kepemimpinan adalah kemampuan memberikan pengaruh positif kepada sesama. Ukuran keberhasilan kita merujuk pada seberapa besar dampak manfaat yang dihasilkan,” pungkas Gardana Puja Kesuma.

Kontributor: Edi Sulton
Editor: Alafasy

Muhammadiyah Jawa Tengah

Muhammadiyah Jawa Tengah adalah gerakan Islam yang mempunyai maksud dan tujuan menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam sehingga terwujud masyarakat Islam Jawa Tengah yang sebenar-benarnya

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://merdekakreasi.co.id/buku/pkvgames/https://merdekakreasi.co.id/buku/bandarqq/https://merdekakreasi.co.id/buku/dominoqq/https://merdekakreasi.co.id/tentang-kami/
https://aku.ac.id/https://akperstg.ac.id/https://jpl.staiku.ac.id/https://jist.publikasiindonesia.id/